Connect with us

METROPOLITAN

Anak Korban Pesawat Lion Air Jatuh Menyesal Tak Lakukan Hal Ini kepada Ayahnya

Published

on

Keluarga Penumpang Lion Air Datangi Posko Terpadu Bandara Soetta

Keluarga penumpang Lion Air JT 601 mendatangi posko terpadu di Bandara Soetta. Lion Air JT 601 tujuan Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang sesaat setelah lepas landar dari Bandara Soetta. (Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang – Sebanyak 179 penumpang bersama delapan awak pesawat dan tiga pramugari yang sedang pelatihan serta satu teknisi menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Senin pagi, 29 Oktober 2018. Salah satu penumpang pesawat tersebut adalah Rudolf Sayerz.

Ghita Sayerz, anak korban mengaku mendapat kabar bapaknya menjadi salah satu korban pesawat Lion Air dari salah satu kerabatnya.

“Tante saya bilang papa berangkat ke Bangka pakai pesawat (Lion Air) yang (berangat) jam 6 itu,” kata Ghita dalam wawancara dengan TV One dalam program Breaking News, Senin siang, 29 Oktober 2018.

BACA :  Go-Jek Sowan ke Pemkab, Sebut Sudah Ada 80 Driver di Lebak

Ghita terakhir bertemu dengan papanya pada Kamis malam, 25 Oktober 2018. Saat itu Ghita yang baru pulang dari Gereja melihat Rudolf Sayerz berada di lantai satu rumahnya tengah menyelesaikan pekerjaannya.

“Kan kamar papa itu di bawah (lantai 1), jadi kalau aku naik ke lantai dua pasti ketemu papa dulu. Cuma waktu itu jam setengah 12 malam, saya pulang dari gereja. Saya melihat papa. Dia masih lembur. Aku sebenarnya mau negur papa,” ungkap Ghita dengan suara tercekat karena tangis.

“Saya menyesal gak ngikutin kata hati saya untuk nemuin papa malam itu,” sambungnya.

Kasubdit Operasi Basarnas Agus Haryono dari lokasi pencarian pesawat Lion Air JT-610 di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, melaporkan, petugas Basarnas bersama petugas gabungan tengah melakukan pencarian pesawat. Pencarian dilakukan di permukaan laut dan di kedalaman dengan melakukan penyelaman.

BACA :  Syafrudin Janji Segera Perbaiki Ruas Jalan di Kelurahan Sukawana dan Pancalaksana yang Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun

“Tadi kami sudah menemukan serpihan-serpihan dari pesawat, maupun barang-barang milik korban. Saat ini sudah kami amankan,” terang Agus dalam tayangan Breaking News TV One, Senin siang.

“Perkiraan lokasi (jatuh) 30-35 meter,” sambungnya.

Agus juga mengungkapkan, pihaknya sudah menemukan potongan-potongan tubuh manusia yang diduga penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh.
“Kami tadi mengevakuasi beberapa bagian dari tubuh penumpang. Tapi kami belum bisa ungkap, itu karena hanya potongan dan kami akan serahkan ke DVI,” ungkapnya.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler