Connect with us

METROPOLITAN

Isu Penculikan Anak Makan Korban, Penderita Epilepsi di Pandeglang Babak Belur Diduga Dihakimi Massa

Published

on

Penderita Epilepsi di Pandeglang Dihakimi Massa setelah disangka penculik anak

Ruja’i, warga Kecamatan Majasari penderita epilepsi babak belur dihakimi massa setelah disangka penculik anak. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Ruja’i, warga Kampung Pasir Angin, Desa Pagar Batu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandegang, mengalami sejumlah luka di wajahnya setelah diduga dihakimi warga di depan Bank Banten Pandeglang, Kamis, 1 November 2018.

Dalam keadaan pipi lebam dan darah yang mulai mengering di wajahnya, Ruja’i dibawa petugas Polres Pandeglang ke sebuah klinik tak jauh dari lokasi kejadian.

Informasi yang berhasil dihimpun BantenHits.com, Ruja’i mengalami luka setelah dipukuli oleh warga yang merasa resah melihat Ruja’i mondar-mandir di depan Bank Banten. Warga menduga Ruja’i adalah penculik anak setelah mendengar isu penculikan anak yang saat ini viral di media sosial.

BACA :  Dua Pemuda Lampung Pembobol ATM BRI Legok Tangerang Dibekuk

“Karena ada luka di pipinya, Ruja’i dibawa ke Klinik Bogenvil untuk dilakukan perawatan. Namun ia marah- marah dan berbicara tidak jelas,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono.

Menurut Indra, pihak kepolisan sudah menghubungi pihak keluarga. Dari keterangan pihak keluarga, Ruja’i memiliki penyakit epilepsi yang dideritanya sejak Kecil. Selain itu Ruja’i juga mengalami depresi yang menyebabkan dirinya terkadang sadar dan tidak.

“Dari keterangan keluarganya ia mengalami penyakit epilepsi,” ujarnya.

Sumiyati, salah seorang keluarga Ruja’i membenarkan Ruja’i mengalami penyakit epilepsi. Menurut Sunyati ia meninggalkan rumah untuk mencari istrinya yang meninggalkan Ruja’i.

“Dia keluar rumah untuk mencari istrinya, pada waktu itu istrinya ketakutan melihat Ruja’i yang kumat,” katanya.(Rus)

BACA :  Hari Aspirasi, PKS Cilegon: Serap, Tindak Lanjuti dan Respon



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler