Connect with us

METROPOLITAN

Banyak Warga Terdampak Tsunami di Pandeglang Enggan Direlokasi,  Bappeda Minta Camat Data Ulang

Published

on

 
Masa Tanggap Darurat Tsunami Berakhir, 1.000 Warga Pandeglang Bertahan di Pengungsian karena Tak Punya Rumah

Meski masa tanggap darurat Tsunami Selat Sunda telah berakhir, Sabtu 5 Januari 2019, namun1.000 warga Pandeglang memilih bertahan di pengungsian karena sudah tak punya rumah. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang, Kurnia Satriawan meminta camat yang ada di wilayah lokasi terdampak tsunami melakukan pendataan ulang terkait warga yang enggan direlokasi ke hunian tetap atau Huntap yang disediakan pemerintah.

Hingga saat ini,  banyak warga yang menyatakan enggan direlokasi  ke tujuh lokasi Huntap yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dengan berbagai alasan,  di antaranya karena lokasi terdampak sudah merupakan tanah milik sendiri sehingga warga ingin menetap di lokasi.

BACA :  Peringati Sumpah Pemuda, KNPI Suarakan Penolakan Peralihan Polresta Tangerang ke Polda Banten

“Salah satu solusinya kami minta para camat untuk lakukan pendataan ulang kepada warga terdampak yang sudah di verivali (verifikasi dan validasi). Kalau pun mereka tidak mau dengan alasan sudah memiliki tanah sendiri, itu hak mereka. Kami hanya berupaya menyelamatkan mereka dari zona merah,” kata Kurnia, Senin, 21 Januari 2019.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat sebagian warga enggan menempati Huntap yang diwacanakan. Meski Pemda berusaha menyediakan lahan yang relatif ideal di tujuh lokasi seperti di Kampung Citanggok, Desa Teluk, Kecamatan Labuan; Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Kecamatan Carita;  Kampung Reforma Agraria, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang; Kampung Leuwigede, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi.

BACA :  Hadir di Pelantikan Pengurus KNPI, Arief Ingatkan Pemuda Soal MEA

Kemudian dibangun pula di Kampung Pasir Malang, Desa Sumber Jaya; Kampung Pasir Jaya, Desa Cigorondong; dan di Kampung Palingling, Desa Tunggal Jaya. Semuanya terletak di Kecamatan Sumur.

“Pertama mata pencaharian mereka di pantai sehingga jauh dari Huntap. Kedua faktor psikologis, banyak diantara mereka yang sudah menetap dalam jangka waktu lama di tempat yang terdampak. Kalau di tempat baru, mereka merasa tidak nyaman, dan banyak pertimbangan lain,” ungkapnya.(Rus)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler