Connect with us

METROPOLITAN

Minim Perangkat, 5.780 Pelajar SMP di Pandeglang Tak Bisa Ikut UNBK

Published

on

Kepala Dindikbud Pandeglang Olis Solihin menyebut 5.780 pelakar SMP di Pandeglang tidak bisa mengikuti UNBK karena kekurangan perangkat. (Engkos Kosasih/BantenHits).

Pandeglang- Sebanyak 5.780 siswa SMP di Kabupaten Pandeglang tak bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK. Pasalnya Kabupaten yang baru saja mendapatkan sorotan publik setelah memboyong Toyota Land Cruiser Prado seharga Rp. 1,6 Miliar untuk kendaraan dinas Irna Narulita itu tidak memiliki fasilitas komputer atau perangkat yang memadai.

Baca Juga: Hadapi UNBK 2019, SMAN 1 Sajira Cek Kesiapan Komputer

Alhasil, ribuan siswa dari 70 SMP Negeri dan 12 sekolah swasta itu harus melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) atau ujian mandiri.

BACA :  Viral Video Warga Berebut Susu Beruang Buatan Pabrik Nestle Tangerang, Ini Faktanya!

“Ya mereka harus melaksanakan UNPK karena perangkat di sekolahnya belum memadai,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang, Olis Sholihin, Sabtu, 23 Maret 2019.

Olis mengaku sudah beberapa kali menyampaikan kekuruang tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Dindikbud Provinsi Banten untuk membantu menyediakan fasilitas komputer bagi puluhan sekolah tersebut. Namun, sampai saat ini, belum ada bantuan yang diberikan.

“Sudah beberapa kali kita ajukan, tapi tidak di respon,” jelasnya.

Kendati demikian, ada sebagian SMP yang melaksanakan UNBK. Menurutnya, ada 11 SMP yang diikuti oleh 2.806 siswa. SMP Swasta yang menggelar UNBK mandiri sebanyak 19 sekolah dengan jumlah peserta mencapai 1.128 siswa.

BACA :  PDAM Kota Tangerang Imbau Masyarakat Hemat Gunakan Air

“SMP Negeri yang menjalani UNBK namun ikut ke SMA atau SMK sebanyak 34 sekolah dengan jumlah peserta 4.233 siswa. Dan SMP Swasta yang bergabung untuk melangsungkan UNBK sebanyak 4 sekolah yang diikuti 87 siswa,” tambahnya.

Melihat fenomena itu, aktivis GMNI Kabupaten Pandeglang, Tb Afandi menilai penerapan smart city di Kabupaten Pandeglang belum berjalan optimal. Pasalnya, implementasi smart city di Kabupaten miskin ini masih mengalami kendala, mulai dari infrastruktur penunjang yang belum memadai dan masyarakat yang belum mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

“Intinya, Smart City belum siap di Pandeglang. Fasilitas penunjangnya saja belum ada,”singkatnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler