Connect with us

Pemilu

Bukan Karena Sakit, Petugas Penyelenggara Pemilu di Pandeglang Menderita Setelah Jadi Korban Kejahatan Ini

Published

on

pencurian gembos Ban

Ketua PPK Cipicung, Kabupaten Pandeglang menjadi korban kejahatan jalanan gembos ban. Foto ilustrasi aksi bandit gembos ban: Google.

Pandeglang – Musibah sakit akibat kelelahan hingga menyebabkan kematian merundung petugas penyelenggara Pemilu 2019. Tak terkecuali di Banten.

Hingga 12 Mei 2015, tercatat ada 28 Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia di Banten pada Pemilu 2019. Penyebab terbanyak kematian petugas menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten adalah karena kelelahan.

“Jumlah sekarang ada 28 petugas KPPS yang meninggal, faktor kelelahan yang mendominasi,” ucap Ketua KPU Banten Wahyul Furqon, Ahad, 12 Mei 2019 seperti dilansir republika.co.id.

Najmudin, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, adalah salah satu petugas penyelenggara pemilu yang beruntung karena bisa terhindar dari musibah sakit.

Lolos dari musibah sakit, Najmudin justru harus menderita setelah menjadi korban kejahatan jalanan. Uang Rp 71 juta untuk operasional petugas PPK dibawa kabur perampok.

Peristiwa nahas yang menimpa Najmudin terjadi di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pandeglang, Jumat siang, 17 Mei 2019 sekitar jam 10.30 WIB.

Menurut Najmudin, perampasan itu terjadi ketika korban usai mengambil uang di Bank Mandiri cabang Pandeglang. Setelah mengambil uang Rp 71 juta di bank tersebut, korban yang menggunakan mobil avanza hendak pergi ke mesjid untuk menunaikan salat Jumat. 

Namun, sebelum berangkat ke Masjid Ar-rahman, korban berhenti terlebih dahulu di kantor Disdukcapil Pandeglang untuk mengurus keperluannya. 

Najmudin mengaku, setelah keluar dari kantor Disdukcapil mobil yang ia tumpangi mengalami kempes ban. Sehingga dia harus mengganti ban terlebih dahulu. Saat dirinya tengah mengganti ban itulah para pelaku beraksi merampas uang korban.

“Ya dibobolnya di depan kantor Disdukcapil. Saat itu, saya sedang mengganti ban mobil yang bocor bersama sekertaris saya,” katanya kepada BantenHits.com, Sabtu, 18 Mei 2019.

Najmudin menduga, seusai mengambil uang operasional untuk anggota PPK itu, dia sudah diikuti oleh perampok tersebut. 

“Kayaknya sudah diikuti itu dari bank juga, saya sudah kasih tembusan ke KPU Pandeglang dan lapor polisi,” tandasnya.

Saat berita ini diterbitkan, BantenHits.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi jajaran Polres Pandeglang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending