Connect with us

METROPOLITAN

Kapolres Cilegon Ungkap Rantai Perdagangan Ikan Pindang yang Diduga Penyebab Keracunan Massal Warga Mancak

Published

on

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengungkapkan pihaknya telah memeriksa pedagang Ikan pindang keliling menyusul keracunan massal yang menimpa warga Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Sedikitnya 75 warga Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang sepanjang Rabu-Kamis, 19-20 Juni 2019 harus mendapatkan perawatan medis setelah mengeluh mual, mulas hingga diare.

Gejala klinis serupa yang dialami warga di ujung Kabupaten Serang ini terjadi setelah warga mengonsumsi ikan pindang yang dijual pedagang ikan keliling.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengungkapkan pedagang ikan Sarmana (50) dan istrinya sudah berada di Polsek Mancak untuk menjalani pemeriksaan.

Sarmana diketahui warga Kampung Jambu, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

BACA JUGA: Warga Mancak Keracunan, Pedagang Ikan Pindang Keliling ‘Misterius’ Diamankan

Rizki Agung mengungkapkan, sebelum menjual ikan kepada warga, Sarmana mendapatkan ikan dari dua penjual ikan di Pasar Padarincang dan Pasar Labuan. Kedua penjual ikan ini bernama Ade dan Asari yang mana ikan yang dibeli dari mereka masing-masing sebanyak 20 kilogram.

“Dua orang penjual ikan di pasar sedang dijemput petugas juga untuk dimintai keterangan. Di pemeriksaan nanti, apakah dari dua orang penjual ini yang beracun, ataukah pedagang keliling pada proses pemasakannya, atau pengolahannya yang bermasalah,” ungkap Agung, Kamis, 20 Juni 2019.

Guna melakukan penyelidikan lebih dalam apakah ada kemungkinan lain yang menyebabkan warga mengalami keracunan, lanjutny, penyidik memeriksa sampel ikan yang dikonsumsi warga untuk diuji laboraturium.

Selain melibatkan pihaknya, uji laboraturium juga mengikutsertakan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang dan Balai Karantina Ikan Cilegon.

“Kita akan menunggu hasil uji lab. Dari hasil lab kita bisa tahu itu terjadi karena kenapa. Apakah dari proses ikannya atau proses pengolahan ikannya,” imbuhnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending