Connect with us

METROPOLITAN

Wali Kota Serang Telepon Warganya yang Terjebak di Wamena; Data Semua Warga, Saya yang Bantu Ongkos untuk Pulang!

Published

on

Wali Kota Serang Syafrudin saat melakukan perbincangan lewat telepon dengan Nurhasanuddin,warga Kota Serang yang terjebak di Wamena,  Papua. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Wali Kota Serang Syafrudin langsung menelepon warganya yang terjebak di Wamena dan tak bisa pulang karena tak punya ongkos. Syafrudin menelepon warganya seusai menuntaskan tugas rutin, Selasa, 1 Oktober 2019.

Melalui telepon Syafrudin mendapat curhatan langsung dari Nurhasanuddin (28), salah satu warga Serang yang masih belum pulang dari Papua.

Pimpinan dan warganya ini terdengar berdialog dengan santai. Syafrudin meminta,  warga tetap tenang meski kerusuhan tengah melanda Papua.

Syafrudin juga meminta Nurhasanuddin untuk melakukan pendataan masyarakat Kota Serang yang ingin pulang ke kampung kelahirannya.

BACA :  Lapak Barang Bekas Dekat Kawasan Kuliner Laksa di Kota Tangerang Terbakar

“Silahkan didata dulu, ada berapa orang warga kita (Kota Serang) di sana. Nanti saya akan bantu ongkos pulangnya,” ujar Syafrudin melalui sambungan teleponnya, Selasa, 1 Oktober 2019.

Sementara, Nurhasanuddin yang mendapatkan kesempatan langka ngobrol sama wali kota, langsung curhat jika istrinya yang saat ini bersamanya tengah mengandung anak kedua.

“InsyaAllah saya akan usahakan supaya semua warga Kota Serang pulang dengan selamat, yang penting kalian masih baik-baik saja,” harapnya.

Melanjutkan keinginan warganya tersebut Syafrudin langsung melakukan komunikasi dengan pemerintah Papua dan Dandim 0602/Serang untuk segera memulangkan warganya.

“Saya juga sudah menelepon bantuan kepada gubernur Papua dan pak Dandim Serang untuk mengurus warga saya agar segera pulang,” paparnya.

BACA :  Hari Terakhir PLS, Siswa di Cilegon Sungkem dan Cuci Kaki Orangtua

Sementara itu Nurhasanuddin melalui sambungan telepon mengatakan, untuk pulang ke Serang dari Papua setiap satu orang dikenakan biaya sekitar Rp 4 juta.

“Kalau dari Papua satu orang (ongkosnya) Rp 4 juta, pak wali,” kata Nurhasan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Terpopuler