Connect with us

METROPOLITAN

Waduh! Kesulitan Ekonomi Picu 1.974 Warga Pandeglang Alami Gangguan Jiwa

Published

on

Desain grafis data ODGJ di Kabupaten Pandeglang. (BantenHits.com).

Pandeglang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ di Kabupaten Pandeglang terus meningkat. Sampai tahun 2019, tercatat sebanyak 1974 warga mengalami gangguan jiwa.

“Angka tersebut tercatat dari tahun 2016-2019. Pada tahun 2016, hanya 564, kemudian terus naik,” kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Pandeglang, Dr Achmad Sulaiman, Selasa, 7 Januari 2020.

Menurutnya, kenaikan angka orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ di Kabupaten Pandeglang, lantaran masyarakat mulai berani memberitahukan kepada petugas kesehatan bahwa anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa.

“Kenapa naik, karena tadinya di sembunyikan oleh masyarakat. Jadi ODGJ itu dianggap tabu, di anggap aib, tapi sekarang masyarakat mulai berubah stigmanya, karena kami sering sosialisasi kalau ODGJ itu bisa di sembuhkan,” jelasnya.

BACA :  Kapolres Serang Kota Pimpin Sertijab Wakapolres dan Dua Kapolsek

Achmad berpendapat, faktor penyebab ODGJ di Pandeglang salah satunya faktor ekomomi yang terus semakin sulit. Selain ekomomi, ada beberapa faktor lain yang memicu orang mengalami gangguan jiwa.

“Salah satu faktornya adalah ekonomi, narkoba dan banyak juga hal-hal kecil di jaman sekarang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia meminta agar anggota kelauraganya bisa berperan aktif memberikan pendekatan dan pengobatan, karena ODGJ bisa di sembuhkan seperti semula.

“Intinya keluarga jangan minder ketika ada anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa, karena biar bagaimana pun ODGJ bisa di sembuhkan dengan pengobatan yang teratur,” ujarnya.

ODGJ Kiriman Ditangkap!

Pemkab Pandeglang bersama Polres Pandeglang kerap melakukan penertiban terhadap ODGJ yang sering berkeliling di jalan raya dan pusat keramaian, seperti pasar.

BACA :  Zaki Harap Kehadiran SMSI Bawa Perubahan Positif Pemberitaan

ODGJ yang berhasil di tertibkan di bawa ke tempat penampungan sementara, untuk di mandikan dan di tes jari tangannya menggunakan Mobile Automatic Multi Biometric Identification System untuk mengetahui identitasnya.

“Kemarin kita tangkap bersama Polisi, terus di mandikan dan di tes jarinya. Disana ketauan, karena mereka pernah melakukan perekaman e-KTP. Rata-rata ODGJ yang keliling itu orang jauh semua,” katanya.

Pemkab Pandeglang Berdayakan ODGJ yang Sembuh

Pemkab Pandeglang terus melakukan penanganan terhadap ODGJ agar bisa sembuh secara total. Meski demikian, upaya yang dilakukan Pemkab melalui Dinkes Pandeglang harus di barengi dukungan dari masyarakat.

Selama masa penyembuhan itu, Dinkes dan Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang beberapa kali mengirimkan obat dan sembako kepada warga yang mengalami gangguan jiwa.

BACA :  Calegnya Ditangkap Polisi karena Jadi Mucikari, Sekjen Perindo 'Ngeles' Sebut Bukan Kader

Tidak cukup disana, Dinkes dan Dinsos juga mendorong agar warga yang sembuh dari gangguan jiwa bisa di berdayakan, sampai benar-benar mandiri.

“Kita berupaya agar ODGJ bisa kembali sembuh, setelah sembuh di berdayakan, kita buat bagaimana caranya agar eks ODGJ ini bisa mandiri,” tandas Achmad.

Editor: Fariz Abdullah

Terpopuler