Connect with us

METROPOLITAN

Satgas PETI Terus Sisir TNGHS, 10 Tambang Kembali Ditutup

Published

on

Satgas PETI Provinsi Banten yang terdiri dari Polri-TNI dan instansi lainnya terus menyisir Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Kamis, 23 Januari 2020, 10 tambang kembali ditutup. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Lebak – Tim Satuan Tugas Penambangan Emas Tanpa Izin atau Satgas PETI Provinsi Banten, terus melakulan penyisiran di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang diduga masih digunakan untuk penambangan oleh gurandil.

Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Aminudin Roemtaat, Sik mengatakan, Kamis, 23 Januari 2020, Satgas PETI berhasil menutup 10 lubang penambangan emas di TNGHS.

Setelah menyisir TNGHS, kata Aminudin, Satgas gabungan dari Polda Banten, TNI dan intansi terkait lainnya memastikan lubang-lubang besar yang ditemukan diduga masih digunakan untuk penambangan. 

BACA :  Lokasi Wisata yang Sempat Viral Oleh Grup Band Seventeen Ini Dapat Pengawasan Ketat Polres Pandeglang

“Kalau lubang banyak yang kita temukan, tapi yang besar-besar saja, yang dimungkinkan masih bisa digunakan oleh masyarakat, ada 10 yang sudah kita police line, pada hari ini,” kata Aminudin, Kamis, 23 Januari 2020.

Menurut Roemtaat, ke 10 lobang tambang emas yang dilakukan penutupan itu, merupakan tambang yang berada di jalur Citorek. Namun untuk di jalur Cikancra pihaknya belum mendapatkan laporan, lantaran akses menuju lokasi cukup jauh. Tim kedua yang dipimpin oleh Dansat Brimob Kombes Pol Dedi Suryadi masih berada di Cikancra.

“Kita dibagi dua tim, tim yang saya pimpin dari arah Citorek ini ada 9 titik, lalu tim kedua yang di pimpin Dansat Brimob ada 7 titik. Untuk seluruhnya tim ada 302 orang yang kita bagi dua,” ujarnya.

BACA :  Delapan Kali Berturut-turut, Pemkab Serang Sukses Raih WTP Tanpa Catatan

Lebih lanjut, Roemtaat mengungkapkan seluruh titik tambang yang ada di wilayah Kabupaten Lebak dipastikan telah dilakukan penyisiran baik oleh Polda Banten maupun Polres Lebak. Untuk jumlah lubang tambang diperkirakan mencapai ratusan lubang tambang.

“Tentu semua sudah di sisir, seluruhnya untuk wilayah kita ada 21 tempat, terdiri dari beberapa lubang. Perkiraan segitulah (ratusan lubang),” ungkapnya.

Roemtaat menjelaskan hingga saat ini Polda Banten belum melakukan penangkapan atau telah melakukan penetapan tersangka penambangan emas ilegal tersebut. Namun kasus itu sudah dalam penyidikan Ditkrimsus Polda Banten.

“Nanti di Dirkirmsus, kita sifatnya menertibakan dan mengecek lokasi tambang, Yang jelas dari tanggal 11 hingga saat ini belum ada yang kita tangkap,” tambahnya.

BACA :  Seorang Balita Tewas, 90 Warga Tangsel Terjangkit DBD

Patroli Satgas PETI akan terus digelar hingga Jumat ini, 24 Januari 2020. Rencananya, patroli akan dilakukan di Cimari, Cirotan, Cidandak, Gunung Leutik, Muara Tilu, Gunung Masigit, Pasir Wiru, Sopal, Cigadang, semuanya masuk dalam wilayah Kecamatan Citorek.

Kemudian Ciburuluk, Ciawitali, Cikatumburi, Pasir Ipis, Ciburiling, Cikopo dan Cimadur, semuanya masuk dalam wilayah Kecamatan Sobang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Terpopuler