Connect with us

Berita Terbaru

Bertambah Dua, Orang Dalam Pemantauan Corona di Lebak Jadi 13 Orang

Published

on

dr. Firman Rahmatullah (tengah) didampingi Humas RSUD dr. Adjidarmo, Budi Kuswandi (kiri) saat ekspose kabar pasien suspect corona di RSUD dr. Adjidarmo. (BantenHits.com/Fariz Abdullah).

Lebak- Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menyampaikan warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) virus Corona jumlahnya mengalami penambahan dua orang.

Tercatat sampai saat ini jumlah ODP mencapai 13 orang yang sebelumnya hanya 11 orang.

Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Lebak dr Firman Rahmatullah menerangkan selain ODP terdapat 1 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di ruang isolasi RSUD dr Adjidarmo.

Dua orang yang berstatus OPD juga sebelumnya menjalani isolasi hingga kondisinya dinyatakan membaik kemudian dipulangkan.

BACA :  Tambang Batu Longsor di Lebak Seureuh Pandeglang Ilegal

“Sampai saat ini jumlahnya 13 orang, mungkin akan bertambah karena pada saat ini ada 1 orang yang dalam pemantauan di rumah sakit,” kata Firman, Selasa, 17 Maret 2020.

Selain baru kembali dari negara yang terjangkit virus Corona, warga yang berstatus ODP juga mereka yang sebelumnya sempat diisolasi di rumah sakit karena mengalami gejala batuk, flu, demam dan sesak nafas.

“Ada pemantauan di rumah dengan dia mengisolasi diri, artinya kalau mau kontak ke mana-mana harus menggunakan masker,” ujarnya.

“Lalu ada pemantauan di rumah sakit yang memang dengan mengisolasi, tapi setelah kondisinya normal tidak mengarah ke sana kita turunkan statusnya menjadi pemantauan di rumah,”sambungnya.

BACA :  Proyek Tol Serpong-Cinere Disegel

Namun, tidak hanya warga yang datang dari negara terjangkit, pemantauan juga dilakukan terhadap warga yang datang dari daerah yang terjangkit virus Corona.

“Kami minta puskesmas dan masyarakat untuk menginformasikan jika ada warga yang datang dari luar Lebak. Karena bukan hanya yang baru datang dari luar negeri saja, tapi dari luar daerah pun kami pantau,” katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler