Connect with us

Berita Terbaru

Pandemi Corona Buat Penjualan Batik Lebak Merosot 80 Persen

Published

on

Batik Lebak yang dipasarkan di Hamburg

Batik Lebak menjadi salah satu produk Usaha Kecil Menengah atau UKM Kabupaten Lebak akan tampil pada Festival Hamburg fot Fashion Show in, Pasar Hamburg, Rabu, 3 Oktober 2018.(Banten Hits/ Fariz Abdullah)

Lebak- Penjualan batik khas Kabupaten Lebak mengalami penurunan drastis. Tak tanggung-tanggung selama sepekan terakhir tercatat penjualan merosot 80 persen.

Hal itu dipicu karena virus Corona menjadi Pandemi Global. Terlebih Pemerintah Provinsi Banten menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Muhammad Yusuf, pengelola Imah Batik Sahate mengatakan sejak sepekan terakhir penjualan batik Lebak merosot tajam. Terlebih Bupati Lebak telah menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai penutupan terhadap tempat wisata.

“Tempat wisata juga tutup, jadi sepinya kunjungan-kunjungan wisatawan juga membuat penjualan batik sepi,”kata Yusuf kepada awak media.

BACA :  Ramadan, Bandara Soetta Berikan Pelayanan Prima

Memang, Yusuf mengakui kebanyakan pembeli batik Lebak merupakan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, belakangan ini para ASN diberikan kelonggaran untuk Work From Home sebagai salah satu langkah pemutusan penyebaran Covid-19.

“Paling ketolong sama yang order buat seragam gitu, 5-10 pcs sudah Alhamdulillah. Hampir setiap hari zonk setelah Pandemi Corona,”terangnya.

“Kami berharap di Lebak tidak ada yang positif dan semoga segera berlalu agar kita bisa menikmati bulan ramadhan dengan tenang,”tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Terpopuler