Connect with us

Berita Terbaru

Agrowisata di New Normal

Published

on

Anggota Komisi IV DPRD Lebak, Dian Wahyudi. (Dok. Pribadi)

BantenHits- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong agar masyarakat giat bertani. Menurutnya, pertanian merupakan masa depan orang yang tidak ingin miskin. Saya jaminannya, demikian tegas Syahrul.

Hal itu ia ungkapkan saat menyampaikan sambutan di sela peninjauan lokasi ‘food estate’ dan padat karya tunai irigasi pada eks lahan gambut Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, seperti dikutip geloradotco, beberapa waktu yang lalu.

Dia ingin mewujudkan pertanian modern di Provinsi Kalimantan Tengah, dan meminta pemerintah provinsi dan kabupaten setempat untuk mendukung petani secara maksimal. Untuk itu dalam rencana pengembangan lahan di Pulang Pisau dan daerah lainnya di Kalteng, pemerintah provinsi maupun kabupaten, harus mendukung para petani secara maksimal, melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Termasuk peralatan penunjang berupa ragam alat mesin pertanian atau alsintan, sesuai dengan kebutuhan dan dilengkapi teknologi terkini. Hingga pada akhirnya pengembangan lahan oleh petani bisa dilakukan secara maksimal, harus menjadi contoh di bidang pertanian, tak hanya mengembangkan tanaman padi, namun juga sayur, buah-buahan, serta peternakan.

Menurutnya, bertani tak harus dilakukan di areal lahan yang luas, namun semua orang bisa memulainya di pekarangan rumahnya masing-masing. Jika bisa memanfaatkannya dengan baik, maka menjadi peluang ekonomi yang bagus untuk dikembangkan.

BACA :  Sopir Suzuki Ertiga Gagal Fokus Hantam 3 Motor, Satu Tewas

Saat krisis di masa pandemi Covid-19 ataupun di era New Normal, yang tetap berjalan dengan baik atau bertahan adalah pertanian karena semua perlu makan. Bisnis yang bisa berjalan dengan baik kedepannya adalah di bidang pertanian.

Di Kabupaten Lebak, pertanian baru menjadi sektor pilihan belum menjadi sektor utama, apalagi sejak Bupati Lebak, meneguhkan visi misi kabupaten Lebak dominan pada sektor pariwisata. Padahal, kabupaten Lebak secara geografis atau bentang alam dan potensi pertanian memiliki keunggulan dibadingkan daerah lain, karena memiliki beberapa varietas, utamanya viarietas padi dan buah-buahan.

Buah yang dibudidaya diutamakan adalah komoditas yang bernilai ekonomi tinggi, mempunyai peluang pasar besar dan mempunyai potensi produksi tinggi serta mempunyai peluang pengembangan teknologi, diantaranya Durian, Rambutan, Alpukat jenis khas Lebak ataupun jenis unggul yang dapat diserap pasar.

Di tahun 2019, kabupaten Lebak menerima dokumen 11 Varietas Lokal, Tanda Daftar Varietas Tanaman yang dikeluarkan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia & Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten.

Ada 2 Jenis Varietas Durian yakni Durian Sangkan Wangi 1 dan Durian Sangkan Wangi 2 yang dikembangkan oleh Hendi Suhendi Karis dari Leuwidamar memiliki rasa yang manis, sehingga Durian yang terdafar dengan nomor 995/PVL/2018 dan nomor 995/PVL/2018, ini kedepannya diharapkan jadi kebanggaan Lebak dan mampu menarik minat wisatawan khususnya pencinta buah durian untuk datang ke Lebak, serta 9 Varietas Padi yakni Pare Bunar, Tambleg, Pare Sereh Kanekes, Pare Sereh Kerta, Padi Konjal, Padi Beureum Batu, Padi Seungkeu, Padi Caok dan Padi Gadog.

BACA :  Terparkir di Halaman Kantor Bupati, Mobil Sampah Milik Pemkab Lebak Tiba-tiba Terbakar

Maka dengan demikian varietas tersebut telah terdaftar di Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Peizinan Pertanian, dan menjadi milik masyarakat Lebak.

Di samping pembibitan menggunakan Indukan, teknologi lain yang diterapkan oleh Hendi Suhendi Karis, juga menerapkan sistem Top working, merupakan sebuah metode atau sistem pengembangan dengan cara sistem okulasi. Keuntungannya tanaman durian akan berbuah lebih cepat dan dapat dilakukan pada semua umur tanaman juga nilai ekonomis meningkat. Bahkan, dari satu pohon dapat berbuah beberapa jenis.

Saya bertemu dengan Hendi Suhendi Karis, obsesi beliau disamping budidaya tanaman unggul lokal, juga ke depan ingin mengembangkan kawasan Agrowisata terpadu atau Desa Wisata, apalagi lokasi tempat pengembangan tidak begitu jauh dari Destinasi Wisata Adat Baduy yang telah dikenal luas.

Pendirian Desa Wisata Durian merupakan satu langkah dalam upaya menarik pengunjung dari luar daerah sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, juga merupakan suatu langkah stategis dalam upaya mengimbangi produk impor yang akhir-akhir ini membanjiri pasar di Tanah Air.

Kelompok Tani Desa Sangkanwangi Kabupaten Lebak ini setidaknya telah menghasilkan varian durian yang menjadi produk unggulan, yaitu Durian Otong, Hepi, Matahari, Hepeng, Pelangi, Petruk, Bawor serta jenis MK Hortimart, dengan teknologi okulasi perkawinan dengan cara menempel benih di atas pohon durian lokal melalui sistem pocking.

BACA :  Balada Orang Lebak (Max Havelaar Kini)

Harapannya ke depan, pengembangan agrowisata tersebut nantinya para wisatawan dapat mengunjungi kawasan perkebunan durian, menikmati durian jatohan, pengunjung juga bisa membeli durian, kopi ataupun buah lainnya untuk dijadikan oleh-oleh. Pendapatan hasil panen buah unggulan tersebut, tentu dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat mulai petani, dan masyarakat sekitar.

Serta menjadi tempat pelatihan dan budidaya pertanian untuk para petani. Seperti misalnya melestarikan Alpukat Lebak atau Rambutan varietas tangkue, guna mencegah kepunahan sehubungan berkembangnya pembangunan pemukiman di Kecamatan Maja dan Curugbitung sebagai sentra penghasil rambutan tengkue. Pemukiman hunian modern saat ini sudah dibangun hingga ribuan unit.

Pemkab Lebak juga diharapkan dapat membatasi alih fungsi lahan terutama menjadi perumahan, serta diperlukan kesadaran untuk tidak mengubah fungsi lahan, terlebih jika lahan produktif.

Sambil menunggu wabah Covid-19 berlalu sampai kepada New Normal atau Adaptasi Pembiasaan Baru, sinergi pemkab Lebak, Petani, sektor pariwisata dan membuka pasar secara luas perlu terus dilakukan, agar pandemi covid-19 dapat menjadi berkah bagi para petani, dengan menjual hasil pertanian Agrowisata ataupun ke pasar nasional bahkan eksport. Semoga…

Penulis: Dian Wahyudi Anggota Fraksi PKS DPRD Lebak



Terpopuler