Connect with us

Berita Terbaru

Wafda si Gadis Pensil dan Buku di Lebak Pencetus Novel Detektif Firendship

Published

on

Wafda Zafira si Gadis Pensil dan Buku saat melaunching Novel Detektif Friendship. (Istimewa)

Lebak- Sejarah kesusastraan Indonesia terukir di kolong langit bumi Mulitatuli. Bagaimana tidak, gadis cilik berparas manis ini berhasil menerbitkan satu novel yang tak kalah seru ceritanya dari komik detektif conan.

Adalah Wafda Zafira, lahir di Lebak 15 Januari 2009. Ia dikenal sebagai si gadis buku dan pensil. Pasalnya dimanapun anak pertama pasangan Ahmad Satori dan Tita Juwita berada pensil dan buku selalu menemaninya.

Kekinian, bocah yang baru saja lulus dari bangku Sekolah Dasar (SD) Islam Insan Karima ini menerbitkan novel berjudul Detektif Friendship.

Novel pertama Wafda ini berkisah tentang perjalanan anggota Detektif Friendship mengungkap kasus kehilangan sesuatu.

BACA :  Pernah Bikin Geger karena Dijemput Paksa Tim Gugus Tugas Covid-19, Pria di Gardu Tanjak Dinyatakan Sembuh

Usut punya usut, novel itu dibuat karena anak yang tinggal di BTN Ona Blok D5 No. 18 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak ini juga bercita-cita menjadi seorang detektif atau ilmuan.

Lahirnya novel Detektif Friendship ini juga berkat kegigihan Wafda belajar menulis di Rumah Bakat dengan bimbingan coach Lilo Rohili.

“Pada saat muncul ide, saya biasanya menuangkannya dalam bentuk cerita. Dan gak sadar biasanya jadi panjang deh ceritanya,”kata Wafda kepada BantenHits.com.

Semasa sekolah, Wafda dikenal dengan gadis pendiam namun segudang prestasi. Ya, Kakak dari dua adik ini berhasil menjadi juara kelas sejak kelas 2 sampai dengan kelas 6.

Bahkan, Wafda patut diacungi jempol, diantaranya Juara 3 lomba olimpiade OSN Matematika tingkat kecamatan Rangkasbitung. Juara 1 lomba cerdas cermat PAI tingkat kabupaten Lebak, serta juara 2 try out UN Umum cabang Banten unit Patih Derus Ganesha Operation. Salut!

BACA :  Kampanye Lawan Corona, Batik Air Tak Hanya Bagi-bagi Masker dan Hand Sanitizer Tapi Ubah Pola Antrean

Sementara Ahmad Satori saat menghadiri launching Novel putri pertamanya itu, Rabu, 1 Juni 2020 tak bisa banyak berkata-kata. Kebanggaan terpancar dari ayah tiga anak ini.

“Alhamdulillah, sebuah kebanggaan tersendiri buat kami sebagai orang tua atas terbitnya novel perdana anak kami ini. Sebagai orang tua, kami akan terus mendukung, dan semoga Wafda akan bisa terus berkarya menghasilkan tulisan-tulisan yang bermutu,”katanya.

“Semoga novel ini dapat menjadi inspirasi bagi semua anak-anak Indonesia untuk lebih kreatif dan produktif,”tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler