Connect with us

Advertorial

Mahasiswi UIN SMH Banten Masuk Kampung-kampung, Bikin Wastafel dari Bambu dan Ember Bekas juga Hand Sanitizer untuk Warga

Published

on

Nur Anisa, mahasiswi UIN SMH Banten menyerahkan wastafel yang terbuat dari bambu dan ember bekas kepada petugas kelurahan. (Dok.pribadi)

Serang – Terlahir sebagai perempuan, tak membuat Nur Anisa “pendek langkah”, apalagi untuk menebar manfaat kepada sesama.

Bermodalkan rasa kepedulian yang tinggi untuk turut mencegah penyebaran Covid-19, mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin atau UIN SMH Banten ini masuk ke kampung-kampung.

Dibantu beberapa temannya dan warga setempat, Nur Anisa membuat wastafel dari bambu dan ember bekas. Wastafel buatannya itu kemudian ditempatkan di tempat-tempat umum, seperti musala, madrasah, dan kantor desa.

Karena aksi Anisa dan kawan-kawannya, untuk pertama kali fasilitas umum di Kampung Ciwatek Pasir, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, memiliki wastafel.

Nur Anisa dan kawan-kawannya saat membuat wastafel dari bambu dan ember bekas untuk warga. (Dok.pribadi)

Dalam wawancara dengan wartawan BantenHits.com, Mursyid Arifin, Nur Anisa nekat berperan aktif karena pencegahan penyebaran Covid-19 tak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Semua orang harus bisa mengambil peran, dari yang terkecil dengan cara mematuhi protokol kesehatan.

BACA :  CATAT! Pemkot Cilegon Buka Pendaftaran CPNS Mulai 11 November 2019, Ini Lowongan yang Dibutuhkan dan Jumlah Kuotanya

Menurut Anisa, dalam kondisi seperti pandemi saat ini, dunia pendidikan memiliki keterkaitan dalam upaya perwujudan kesejahteraan masyarakat melalui pencegahan Covid-19.

“Sangat penting meningkatkan empati, kepedulian dan peran serta mahasiswa dalam penanganan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya, Senin malam, 5 Oktober 2020.

Tak hanya pembuatan wastafel, Anisa dan kawan-kawannya juga membuat hand sanitizer untuk disebar ke warga. Hand sanitizer buatan Anisa dan kawan-kawannya, berbahan alkohol dan aloevera.

“Kemudian pembuatan hand sanitizer, saya lakukan dengan cara mencampurkan bahan berupa alkohol dengan kadar 70% dan aloevera secukupnya sesuai takaran,” katanya.

Nur Anisa dan kawan-kawannya menggelar sosialisasi pentingnya menerapkan 3M kepada warga. (Dok.pribadi)

Selain hand sanitizer, Anisa juga membuat sabun cair dengan cara merebus sabun batang, kemudian dicampurkan dengan minyak zaitun lalu diaduk sampai mencair.

BACA :  Lima Warga Curug Tangerang Tewas usai Pesta Miras Oplosan di Ruko Cluster Florence Citra Raya

“Program ini diharapkan agar warga Kampung Ciwatek Pasir, Kelurahan Curug Manis dapat mencegah penyebaran Covid-19 dan bisa menjaga kebersihan hidup sehat salah satunya dengan mencuci tangan,” jelasnya.

Penyedia fasilitas perlindungan diri di kampung-kampung itu, dilengkapi dengan sosialisasi pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Seluruh kegiatan yang dilakukan Anisa, didukung sepenuhnya oleh masyarakat dan pemerintah desa setempat.

Anisa dan kawan-kawannya saat ini memang sedang menjalankan tugas Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta di Kampung Ciwatek Pasir, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang.(Advertorial)



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler