Connect with us

Berita Terbaru

Bantah Dugaan Pungli, Kades Sebut Peraturan Desa Cimaung Serang Tetapkan Tarif Buku Nikah Rp 1,2 Juta

Published

on

Kantor Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. (BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Serang – Kepala Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Surnadi membantah adanya praktik pungutan liar (Pungli) terhadap buku nikah yang memasang tarif hingga Rp 1,4 juta kepada warganya.

Orang nomor satu di Desa Cimaung itu berdalih, jangankan memungut uang jutaan rupiah, karena saking tidak mampunya ada warga yang datang ke kantor atau ke rumah meminta untuk dibuatkan buku nikah tersebut dengan membawa uang Rp 300 ribu.

Sementara, lanjutnya, aturan Kantor Urusan Agama (KUA) harus Rp 600 ribu. Artinya, kata dia, kepala desa-lah yang harus bijaksana dalam hal ini.

“Saya dapat kabar ini sangat kaget. Padahal sering ada warga yang mau nikah kurang dana, maka kepala desa yang harus nombokin. Karena setor ke KUA mah harus Rp 600 ribu aja,” kata Surnadi kepada wartawan, saat ditemui di kediamannya, Senin, 2 November 2020.

BACA :  Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara Gelar Rakernas III di Pandeglang

Lebih lanjut, pria yang menjabat kepala desa dua priode itu menjelaskan, memang dalam Peraturan Desa atau Perdes Cimaung Kecamatan Cikeusal telah diatur besaran tarif buku nikah yaitu sebesar Rp 1,2 juta. Namun, Surnadi enggan menunjukan draft aturan tersebut kepada wartawan dengan dalih lupa nyimpan.

“Ya, emang kalau dalam aturan Perdes Rp 1,2 juta. Tapi kalau ada yang memungut sampai Rp 1,4 juta itu di luar aturan,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Surnadi menyatakan, akan mengevaluasi seluruh perangkat desa (Perades) dan ketua RT yang ada di Desa Cimaung agar ke depan tidak terjadi lagi perbuatan yang senonoh itu.

“Setelah ini akan saya adakan rapat evaluasi, mau saya tegur oknumnya jika memang benar terjadi,” imbuhnya.

BACA :  Kemenag RI Perintahkan Kanwil Banten Tindak Lanjuti Dugaan Korupsi Biaya Nikah di Lebak

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler