Connect with us

Berita Utama

Sebelum Ditemukan Gantung Diri, Kades Lebak Wangi Didemo Warga Gara-gara Dugaan Penyelewengan Dana Bansos COVID-19

Published

on

Seuntai tali berwarna putih berukuran tak lebih dari 2 meter yang diduga digunakan Kepala Desa Lebak Wangi Tangerang, Nesin untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. (BantenHits.com/ Rifat Alhamidi)

Tangerang – Misteri kematian Kepala Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Nesin, hingga kini masih menyisakan tanda tanya bagi warga sekitar. 

Bagaimana tidak, pria yang baru saja terpilih menjadi kepala desa setelah memenangkan pemilihan pada tahun lalu, ini ditemukan tewas tergantung, Kamis,5 November 2020.

Tak ada pesan apapun kepada orang terdekatnya. Hanya seuntai tali berwarna putih yang tak lebih dari dua meter, menjadi saksi bisu aksi nekat warga Kampung Ceger RT 006/002 ini.

BACA :  Tunggakan Pajak Kendaraan Rp1 Miliar, Sekda Pandeglang: SKPD Sudah Punya Anggarannya

Usut punya usut, beberapa hari yang lalu tepatnya pada Minggu 1 November 2020, almarhum Nesin sempat didemo oleh warganya dengan tudingan adanya penyelewengan dana bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.

Saat itu, warga ramai-ramai mendatangi kantor sang kepala desa untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Namun, kedatangan mereka tidak membuahkan hasil lantaran Nesin tidak berada di ruang kerjanya bahkan rumahnya juga tertutup rapat.

Sementara saat dikonfirmasi, Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Moch Sughiarto enggan memberikan komentar lebih jauh terkait dugaan motif bunuh diri yang dialami sang kades.

Sughiarto hanya menjelaskan bahwa almarhum pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa oleh tukang pembuat kursi atau mabel di samping rumahnya sekitar pukul 08.45 WIB.

BACA :  Sabet Tiga Emas, Cabor Atletik Tambah Perolehan Medali Kontingen Lebak

“Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya saat akan membuka Lapak mebel yang berada di depan rumah korban,” katanya, Kamis 5 November 2020.

Sughiarto juga hanya menyatakan, sebelum mengakhiri hidupnya, korban diketahui begadang hingga pukul 06.30 WIB. Bahkan, korban sempat menegur adiknya yang bernama Husin, lantaran belum juga istrihat setelah menemaninya dari larut malam hingga pagi hari.

“Ya, korban sempat bergadang bersama adiknya lalu pagi jam 06.30 WIB korban menyuruh adiknya itu supaya tidur,” ujar Sughiarto.

Saat ini, almarhum diketahui sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. Petugas pun masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap kasus bunuh diri yang dialamai sang kepala desa.

BACA :  Barisan Juang Kolom Kosong Cium Ada Misi Politik SBY Hadiri Seba Baduy

“Masih dalam penyelidikan. Yang jelas, korban sudah dimakamkan dan keluarganya menolak untuk dilakukan otopsi oleh petugas,” ujar Sughiarto.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler