Connect with us

Berita Terbaru

Tak Bisa Cairkan Duit, Kepercayaan Nasabah LKM Ciomas Terkikis

Published

on

Suasana pelayanan nasabah di Kantor PT LKM Ciomas Kabupaten Serang. (Istimewa)

Serang – Akademisi Universitas Serang Raya (Unsera) Banten, Herman Wijaya menilai, permasalahan PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas Kabupaten Serang telah mencedarai kepercayaan nasabahnya sendiri.

Menurutnya, bukan hanya kepada nasabah LKM Ciomas saja, tetapi akan berimbas terhadap nasabah lembaga keuangan mikro lainnya. Tentu dengan adanya kejadian tersebut, partisipasi masyarakat dalam menyimpan dananya pada lembaga keuangan menjadi terkikis.

“Selain mencederai kepercayaan nasabah,¬† dengan kejadian ini, partisipasi masyarakat dalam menyimpan dananya pada lembaga keuangan menjadi terkikis. Ini harus ditindak tegas,” kata Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsera ini kepada BantenHits.com, Jum’at, 4 Desember 2020.

BACA :  Tak Ada Akses ke Pusat Kota, Ibu Hamil Ditandu Lintasi Jembatan Darurat di Atas Sungai yang Pernah Banjir Bandang

Selain itu, Herman berpendapat, sepertinya pengawasan kegiatan operasional tidak dilakukan, karena berdasarkan informasi yang beredar bahwa uang nasabah bisa dibobol oleh staf LKM hingga Rp1,8 miliar. Seharusnya, kata dia, dalam tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang telah dibentengi Undang-Undang tidak sampai kecolongan.

Padahal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro pada pasal 29 ayat 3 berbunyi “Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didelegasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota”. Artinya, pemerintah daerah Kabupaten Serang ikut bertanggung jawab dalam pengawasan LKM ini.

“Menurut saya penyelenggaraan pengawasan ini tidak dilakukan secara maksimal, baik pengawasan secara institusi maupun kegiatan operasionalnya,” ujarnya.

BACA :  Butuh Terobosan Tuntaskan Pengangguran di Kabupaten Serang

Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan BantenHits.com, kabar yang mengejutkan para nasabah itu sudah terjadi sejak tahun 2018 lalu. Saat itu ada seorang nasabah hendak mengambil uang di PT LKM tersebut, namun tidak bisa dicairkan dengan dalih berbagai macam permasalahan. Alhasil, pihak nasabah mencoba untuk bersabar dan pulang membawa tangan kosong.

Sebelumnya, Ketua Forum Nasabah LKM Ciomas, Asep Ubay menduga, bahwa PT LKM Ciomas telah menyimpang dari aturan hukum sebagai pedoman yang harus dilaksanakan antara lain, prinsip perlindungan dan pelayanan terhadap tabungan nasabah telah diabaikan, dengan dibuktikan sebanyak 600 nasabah aktif yang terdata di PT LKM Ciomas tidak bisa mengambil uang tabungannya dengan alasan yang tidak berdasarkan hukum.

BACA :  Hore! Awal Mei Puluhan Ribu Warga di Ibukota Banten Dapat Bantuan Rp200 Ribu dari Pemerintah

Adapun beberapa pelanggaran prinsip dasar yang telah dilakukan oleh PT LKM Ciomas, lanjut dia, seperti telah melalaikan Perda Kabupaten Serang Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perseroan Terbatas (PT) Lembaga Keuangan Mikro Ciomas Kabupaten Serang.

“Selaku warga negara Indonesia yang tunduk terhadap aturan hukum, maka dengan ini kami akan menempuh upaya hukum sebagaimana yang telah diatur dalam prosedur peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia,” tegasnya.

Editor: Fariz Abdullah 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler