Connect with us

Berita Utama

Ternyata Listyo Sigit Prabowo Pernah Wajibkan Anggota Polri yang Muslim di Banten Belajar Kitab Kuning

Published

on

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang, KH Rahmat Fathoni mengungkapkan, meski tak beragama Islam, Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo pernah mewajibkan anggota Polri di Banten belajar kitab kuning. (BantenHits.com/ Mursyid)

Serang – Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan persetujuan DPR.

Bagi warga Banten, sosok Listyo Sigit Prabowo tentu tak asing. Pasalnya, Listyo pernah menjabat sebagai Kapolda Banten pada 2016-2018.

Ketua Majelis Ulama Indonesia atau Ketua MUI Kabupaten Serang, KH Rahmat Fathoni menilai sosok Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo pandai merangkul tokoh masyarakat dan ulama selama bertugas sebagai Kapolda Banten.

BACA :  Pansus LKPJ: Pembangunan di Banten hingga 2017 Tak Ada yang Mencapai Target

“Ketika beliau (Listyo Sigit Prabowo) jadi kapolda Banten saya nilai baik, dan bisa merangkul tokoh-tokoh masyarakat dan ulama. Dia pandai merangkul,” ujar Kiyai Rahmat saat ditemui di kantornya, Selasa, 19 Januari 2021.

Bagi Rahmat, sosok Sigit yang bukan pemeluk agama Islam bukanlah masalah. Sebab menurutnya hal ini hanya perbedaan akidah saja. Tetapi yang terpenting dalam memimpin sebuah lembaga adalah kinerjanya dan pertangungjawaban terhadap keamanan negara dan kondusivitas masyarakat.

“Saya menilai Pak Sigit akan bisa bekerja jika memimipin sebagai Kapolri, karena tugas polisi itu adalah mengamankan masyarakat,” kata Dewan Penasehat NU Kabupaten Serang ini.

Tak hanya itu, kata pria asal Kecamatan Tanara ini, semasa Sigit menjabat Kapolda Banten juga sangat dekat dengan sosok ulama karismatik Banten yakni Abuya Muhtadi Dimyati. Terlebih, Sigit saat itu mewajibkan anggotanya pemeluk agama Islam untuk mempelajari kitab kuning seperti Nashoibul Ibad.

BACA :  DPMPD Pandeglang Optimis Pilkades 2021 Tak Terkendala Covid-19

“Waktu Pak Sigit menjabat Kapolda Banten sangat dekat dengan Abuya Muhtadi. Waktu masih tugas di sini anggotanya itu suruh belajar kitab Nashoibul Ibad,” ungkap mantan aktivis KMNU itu.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler