Connect with us

Berita Terbaru

Kasus Positif Covid-19 di Kab. Tangerang Mengganas, Pasien Antre di IGD RS Rujukan

Published

on

RSU Kabupaten Tangerang. (Net)

Tangerang- Tingkat ketersediaan atau daya tampung rumah sakit rujukan Covid-19 RSU Kabupaten Tangerang di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Tangerang, nyaris 100 persen.

Humas RSU Kabupaten Tangerang dr. Hilwani mengatakan, tempat tidur (bed) khusus Covid-19 sudah hampir 100 persen atau hampir mencapai batas kapasitas maksimal.

Dari total 93 bed khusus Covid-19 yang disediakan, hanya 2 bed yang kosong yang merupakan bed khusus covid bagi Neonatus (bayi) dan ibu melahirkan.

“Untuk Covid saat ini dari ICU semuanya itu hampir 100 persen yah, semua sudah terisi sampai ada yang mengantri di IGD,” Ungkap dr. Hilwani kepada BantenHits.com, Sabtu, 22 Januari 2021.

BACA :  Tebing di Sangiangjaya Lebak Longsor; Lima Rumah Rusak

Menurutnya, jumlah okupansi yang hampir mencapai ambang batas ini disebabkan oleh lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi pada bulan Agustus sampai Desember 2020 lalu.

Efek dari lonjakan dalam kurun waktu lima bulan tersebut, lanjut dia, hingga kini masih ada pasien Covid-19 yang dirawat dengan total sekitar 15-20 persen merupakan pasien gejala berat.

“Efek akibat lonjakan itu jadi masih ada yang dirawat, kan yang dirawatnya juga long of stay nya (lama tinggal) juga agak lama minimal 10 hari,”terangnya

Kendati begitu, menurutnya, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang datang ke IGD RSU Kabupaten Tangerang sudah mulai stagnan dari yang biasanya 20 pasien kini rata-rata di bawah 10 pasien.

BACA :  Ade Mulyana Pimpin Polres Lebak Gantikan Firman Andreanto

Meski begitu untuk kembali mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, pihaknya memberlakukan buka tutup IGD apabila sudah mencapai 20 pasien.

“20 maksimalnya jadi begitu ada pasien terindikasi covid jumlahnya sudah 20 pasien IGD kita tutup, tapi ditutup untuk yang rujukan kalai yang kondisinya berat kita harus tangani,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler