Connect with us

Berita Terbaru

Ternyata Faktor Ini yang Membuat Pasar Kopo Kabupaten Serang Tak Berpenghuni

Published

on

Pasar Kopo Milik Pemkab Serang Sudah Lima Tahun Tak Berpenghuni dan Terlihat Angker (BantenHits/Mursyid Arifin)

Serang – Akademisi Universitas Serang Raya (Unsera) Herman Wijaya mengungkap faktor penyebab pasar Pasar Kopo, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang tak berpenghuni di tinggalkan pedagang.

Dari keterangan yang dia dikumpulkan, alasan pedagang enggan berjualan di pasar tersebut karena tidak adanya tempat penyimpanan barang dagangan. Sehingga para pedagang kesulitan bilamana harus berdagang dalam jumlah besar.

“Ada kekhawatiran barang dagangannya dicuri, karena kondisi pasar di sana (Pasar Kopo) hanya beratap saja tanpa ada sekat atau tempat untuk menyimpan brang dagangan. Mereka hrus membawa pulang kembali barang dagangannya dan itu cukup merepotkan,” ujar Herman kepada BantenHits.com, Kamis, 4 Februari 2021.

BACA :  PWNU Usul Tanah Jawara Jadi Tuan Rumah Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama

Sementara, lanjut Herman, berkait dengan potensi pasar sebenarnya cukup baik. Karena beberapa pedagang rumahan membeli barang grosiran cukup jauh dari luar daerah. Yakni daerah Cisoka, Kabupaten Tangerang.

“Padahal bila di Pasar Kopo itu tersedia. Pedagang rumahan bisa membeli barang grosiran di pasar itu,” kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsera itu.

“Bisa mengundang para pedgang grosiran untuk mau berjualan di pasar itu. Tapi dengan syarat tempat menyimpan barang mereka perlu difasilitasi,” sambungnya.

Walaupun jenis pasar ini bukan pasar induk atau pasar grosir, tutur dia, akan tetapi bisa jadi mengarah ke sana (pasar grosir) apabila konsumennya banyak. Sebab, tujuan revitalisasi pasar adalah demikian.

BACA :  Sembilan Anak Badak TNUK Diberikan Nama Saat Peringatan Badak Sedunia

“Lakukan terus promosi supaya masyarakat di luar daerah Kopo pun tahu keberadaan pasar tersebut. Mungkin itu saran yang bisa saya berikan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, Abdul Wahid mengatakan, sudah berbagai upaya dilakukan agar para pedagang kembali bersedia mengisi pasar yang tak berpenghuni itu.

“Iya sudah dicoba beberapa kali agar diisi, sepi lagi. Awalnya saja ramai setelah itu sepi,” katanya.

“Nanti saya undang akademisinya siapa, nanti minta masukan bagaimana cara kiatnya supaya bisa berfungsi. Karena upaya dinas sudah maksimal,” tutupnya.

Editor : Engkos Kosasih



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler