Connect with us

Berita Terbaru

Nestapa Janda 4 Anak di Kab. Tangerang; Tinggal di Gubuk Reot dekat Pusat Pemerintah hingga Derita Penyakit Hati

Published

on

Rumah Yati, janda 4 anak di Kab. Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang-  Gubuk reot ditemukan di dekat pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, tepatnya di Kampung Gudang Rt 004 Rw 006, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. 

Usut punya usut, rumah beralaskan tanah yang bangunnanya terbuat dari kayu dan bambu itu dihuni oleh Yati (50) seorang janda dengan empat orang anak.

Bahkan, rumah tidak layak huni dengan dinding dan atap yang nyaris ambruk tersebut sudah bertahun-tahun ditempati oleh janda tua ini. 

Agar tidak roboh saat diterpa angin, rumah reot itu pun ditahan menggunakan beberapa kayu. Sementara, dinding dari bilik bambu yang sudah rusak dan berlubang ditutup menggunakan seng seadanya. 

BACA :  Dana PKH Dipastikan Tetap Diterima Keluarga Miskin di Jiput Pandeglang

Yati pun hanya bisa pasrah, jangankan untuk memperbaiki rumah, buat makan sehari-hari saja dia hanya bisa mengandalkan upah anaknya yang bekerja sebagai tukang steam motor. 

Mirisnya lagi, sudah sekitar satu bulan ini, ibu Yati, begitu sapaan akrabnya, terbaring di rumah sakit karena penyakit liver yang dideritanya. 

“Sudah sekitar satu bulan ibu Yati dirawat di rumah sakit, dia menderita penyakit liver tidak mempunyai BPJS selama ini untuk pengobatan dengan menggunakan Jamkesda,” tutur Adang Ketua RT setempat. 

Sebagai ketua RT Adang pun hanya bisa prihatin dan berharap ada bantuan atau uluran tangan seorang dermawan yang mau membantu meringankan beban hidup Yati.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialami salah satu warga kami, kami mohon bantunya  kepada semua pihak agar dapat membantu ibu Yati,” ujarnya .

BACA :  Turab Perumahan Bukit Nusa Indah Ciputat Ambrol, Balita Tewas Tertimbun

Sementara, salah satu tokoh pemuda setempat Repi Herdiansyah menuturkan, bahwa penyakit liver yang diderita ibu Yati sudah berlangsung selama 6 bulan. Selama itu juga Yati harus bolak balik ke rumah sakit untuk berobat hingga akhirnya dirawat lantaran kondisinya yang semakin memburuk. 

“Selama ini untuk bantuan baru perbaikan rumah saja baru ada dari kepala desa yaitu pemberian asbes saja. Sedangkan bantuan dari pihak lain belum ada satupun sampai sekarang,” Tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler