Connect with us

Berita Utama

4 Kuintal Udang Tiba-tiba Mati di Cikeusik Pandeglang, Kamera CCTV Ungkap Hal Lain

Published

on

Ilustrasi tambak udang: tribunnews.

Pandeglang – Sekira 4 kuintal udang di tambak udang Dong Gu Terbit Indonesia, Kampung Cibutun, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, tiba-tiba mati mendadak.

Berkat rekaman kamera tersembunyi atau CCTV yang ada di lokasi, pemilik tambak, Jun Koo Soo berhasil mengetahui penyebabnya. Bahkan rekaman kamera CCTV juga berhasil mengungkap hal lain.

Dikutip BantenHits.com dari Viva.co.id, Jun Koo Soo menyebut CCTV ditambaknya mereka aksi sekelompok orang yang meracuni udang-udang di tambaknya. Bahkan, orang-orang tersebut mencuri udang-udangnya.

Terkait hal itu, Jun telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cikeusik. Untuk itu, ia meminta polisi segera menangkap pelakunya.

“Saya minta polisi menindaklanjuti informasi ini dengan mengusut tuntas, sehingga saya tenang dalam mengelola usaha ini,” kata pelapor Jun melalui keterangannya pada Sabtu, 6 Februari 2021 seperti dilansir Viva.co.id.

BACA :  Netizen Ramai Perbincangkan Pencopotan Dandim Lebak

Jun mengaku sudah melaporkan sejak 31 Januari 2021 sebagaimana tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPL/02/1/2021/Banten/Res.Pdg/ Sek Cikeusik. Tapi, belum ada tindak lanjut lagi dari pelaporannya tersebut.

Menurut dia, dugaan tindak pidana pencurian terjadi di tambak udang miliknya dilakukan oleh orang tak dikenal dan masih dalam penyelidikan.

Dalam rekaman kamera CCTV, pelaku yang diduga ada keterlibatan orang dalam terlihat merusak pagar. Bahkan, anggota Polsek sudah melihat langsung ke lokasi.

“Modus operandinya pelaku merusak pagar belakang tambak udang, kemudian masuk dan menjala udang paname yang berumur 63 hari yang berada dalam tambak Blok C3 sebanyak 150 kg,” ujarnya.

Maka dari itu, Jun berharap polisi segera melakukan tindakan tegas supaya kasus perampokan dan peracunan di tambak udang tidak lagi terjadi.

BACA :  Sepekan, Tiga Rumah di Perumahan Dasana Indah Dibobol

“Jangan sampai kejadian perampokan termasuk tambak-tambak lain terjadi lagi,” kata dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler