Connect with us

Berita Terbaru

Misterius! Pria Asal Lampung Ini Tiba-tiba Lompat dari KMP Batu Mandi, Tubuhnya Masih Hilang di Selat Sunda

Published

on

Ilustrasi pria asal Lampung lompat dari KMP Batu Mandi. Foto: petugas saat mengevakuasi kakek tua yang melompat dari atas Kapal Sagita. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon – Ahmad Riyanto (41), warga asal Lampung yang menjadi penumpang di KMP Batu Mandi dikabarkan nekat terjun ke laut Perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar Pulau Tempurung, Minggu, 28 Maret 2021.

Informasi yang berhasil dihimpun, Ahmad Riyanto diketahui tinggal di Jalan Ikan Sepat, No 03, LK III, RT/RW 045, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Lampung.

Pria tersebut diduga nekat melompat dari atas kapal penumpang pada saat kapal melaju dari Pelabuhan Bakahueni menuju Pelabuhan Merak. Hingga Senin siang, 29 Maret 2021, tubuh korban masih belum ditemukan.

BACA :  Bawa Keranda Mayat, Mahasiswa di Cilegon Unjuk Rasa Kecam Pembantaian Rohingnya

Tim Basarnas Provinsi Banten yang mendapatkan infomasi penumpang melompat kelaut saat ini tengah melakukan pencarian terhadap korban di lokasi sekitar pertama kali korban melompat. 

Kepada awak media Kepala Basarnas Provinsi Banten, Muhammad Zaenal Arifin menejelaskan pihaknya mendapatkan informasi Minggu 28 Maret 2021 pukul 21.00 WIB. Sementara waktu kejadian sekitar pukul 18.50 WIB.

“Kemudian tim berangkat pukul 21.20 WIB,” jelasnya.

Zaenal mengungkapkan, kru kapal KMP Batu Mandi yang bertugas di ruang informasi mendapat laporan bahwa ada orang terjun ke laut, dan selanjutnya informasi tersebut diteruskan ke mualim jaga yang sedang bertugas di anjungan.

Usai menerima laporan, mualim mengurangi putaran mesin kemudian melapor ke nakhoda, nakhoda melakukan manuver untuk mencari orang yang terjatuh sebanyak 3 kali putaran kearah jatuhnya korban.

BACA :  Jual Sepeda Motor Hasil Curian Lewat Facebook, Tiga Pemuda Ditangkap Polisi

“Kemudian nakhoda melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Merak untuk melakukan pengecekan daftar muat kapal, team rescue KP&P Banten sudah berangkat menuju LKP. Alat yang digunakan untuk prncarian korban diantaranya Rescue Car, Palsar air, Palsar komunikasi, Palsar Medis dan APD Hazmat. Untuk perkembangan selanjutnya menyusul,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler