Connect with us

Berita Terbaru

Keren! Seluruh Pelajar SMA di Kab. Tangerang Lulus 100 Persen

Published

on

Kepala KCD Kabupaten Tangerang Bayuni. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Siswa kelas XII SMA di Kabupaten Tangerang dinyatakan lulus 100 persen. Pengumuman kelulusan siswa tingkat SMA Negeri dan Swasta ini telah diumumkan pada 3 Mei 2021 di sekolah masing-masing. 

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Kabupaten Tangerang Bayuni mengatakan, dari total 170 sekolah SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Tangerang sekitar 43.000 siswa yang mengikuti ujian sekolah telah dinyatakan lulus 100 persen. 

“Alhamdulillah siswa SMA kelas XII di Kabupaten Tangerang lulus 100 persen,” Kata Bayuni kepada BantenHits.com, Rabu 5 Mei 2021.

Bayuni menjelaskan, proses pengumuman kelulusan dilakukan di setiap sekolah dengan berbagai cara baik melalui surat yang disampaikan kepada wali murid, melalui drive thru, dan tatap muka langsung dengan standar protokol kesehatan. 

BACA :  Diacungi Jempol sama Dinkes Banten karena Sukses Turunkan Angka Stunting, Pemimpin Muda Ini 'Ngotot' Ingin Semua Anak di Wilayahnya Sehat

“Saya juga buat himbauan ke sekolah-sekolah pada saat pengumuman untuk terapkan protokol kesehatan, berikan kesejukan ke masyarakat, dan ketika merayakan tidak ada yang berkerumun,” Jelasnya.

Kata Bayuni, tingkat kelulusan yang 100 persen ini menjukan para siswa memiliki kemampuan belajar yang baik meski di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, meski proses pembelajaran dilakukan secara daring namun masih memiliki hasil yang maksimal. 

“Memang kalau bicara kualitas ini dalam kondisi tidak normal yah tapi kita tetap berusaha untuk maksimal. Selain itu juga karena tahun ini tidak ada ujian nasional yah hanya ujian sekolah jadi teman-teman guru juga tidak terlalu jadi beban,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah

BACA :  Malam-malam Kantor Desa Bitung Jaya Kab. Tangerang Terbakar Hebat

Capt: Kepala KCD Kabupaten Tangerang Bayuni 



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler