Connect with us

Berita Terbaru

Lima Hari Menghilang di Kali Cipayaeun, Rifki Ditemukan Hancur

Published

on

Tim Basarnas Saat Mengevakuasi Jasad Rifki Fajar Aditya ke Rumah Duka. (Istimewa)

Tangerang- Setelah lima hari pencarian, jasad Rifki Fajar Aditya (5), bocah yang tenggelam di kali Cipayaeun, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada 15 Juni 2021 akhirnya ditemukan. 

Dari informasi, jasad korban ditemukan oleh tim Basarnas mengapung di aliran sungai Cimanceuri, tepatnya di belakang pabrik SLI Balaraja sekitar satu kilo meter dari lokasi terakhir. 

“Sudah ditemukan sekitar jam 11.00 WIB tadi. Yang menemukan Tim Basarnas dari pusat yang sedang melakukan pencarian terhadap korban,” Kata Abul ketua RT setempat kepada BantenHits.com, Sabtu 19 Juni 2021. 

Usai ditemukan dan dievakuasi, jasad Rifki langsung diserahkan kepada keluarganya di kampung Jambu, RT 08 RW 03, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, untuk dimakamkan. 

BACA :  PKS Lebak Sumbang Material Bangunan untuk Korban Gempa

“Sudah, sudah dimakamkan. Begitu diserahkan langsung dikuburkan di TPU sekitar sini oleh keluarganya,” Tuturnya.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin saat dikonfirmasi membenarkan, jika jasad bocah lima tahun yang tenggelam di kali Cipayeun tersebut sudah ditemukan. 

Menurut informasi yang ia dapat, saat ditemukan kondisi jasad korban sudah hancur. Diduga, beberapa bagian tubuh korban dimakan binatang liar usai tenggelam berhari-hari. 

“Iya sudah ditemukan tadi sekitar jam 11.00 WIB oleh tim dari Basarnas. Infonya jasad korban sudah hancur yah diduga dimakan biawak atau binatang liar,” Ujarnya.

Menurutnya, debit air yang cukup tinggi menjadi kendala sehingga upaya pencarian memakan waktu berhari-hari. 

BACA :  Kijang Innova Terbalik di Depan Hotel Aryaduta Lippo Karawaci

Terlebih, saat diguyur hujan arus kali Cipayeun yang merupakan anak sungai Cimanceuri itu cukup deras sehingga penyisiran agak sulit dilakukan. 

“Di hari pertama sampai hari ketiga debit air cukup tinggi bahkan sempat banjir. Banjir yang di kawasan Olek itu dari situ airnya, makanya pencarian korban jadi sedikit terkendala,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler