Connect with us

Berita Terbaru

Puluhan Rumah di Kab. Tangerang Rusak Disapu Angin Ribut; BPBD Ingin Warga Waspada

Published

on

Salah satu rumah warga Kab. Tangerang tertimpa pohon usai disapu angin ribut. (Istimewa)

Tangerang- Puluhan rumah warga di kecamatan Gunung Kaler dan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, rusak akibat diterjang angin puting beliung. 

Dari informasi yang dihimpun, bencana angin kencang tersebut terjadi pada Minggu sekitar pukul 15.30 WIB. 

“Ya telah terjadi bencana angin kencang di dua kecamatan pada hari minggu kemarin. Kami terima laporannya hari ini, saat ini sedang dilakukan pendataan,” Kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang kepada BantenHits.com, Senin 21 Juni 2021. 

Ia mengungkapkan, peristiwa angin kencang ini terjadi di dua wilayah di Kabupaten Tangerang. Diantaranya di Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya dengan total rumah warga tertimpa bencana sebanyak 10 rumah. 

BACA :  Oppo Larang Jilbab, DPRD Lebak: Jangan Sampai Ada Gejolak Publik!

Kemudian, di Kampung Gabus, Desa Kedung, Kecamatan Gunung Kaler dengan total 19 rumah warga rusak dengan beberapa pohon diantaranya tumbang. 

“Kalau total rumah yang terdampak bencana itu sebanyak 29 rumah, dengan rata-rusak di bagian atap karena tiupan angin,” ujarnya. 

Sebagian besar warga yang tertimpa bencana angin kencang ini masih bertahan di rumahnya dan sebagian ada yang mengungsi ke rumah kerabatnya. 

“Besok kita akan terjunkan anggota untuk membantu warga apabila ada yang perlukan evakuasi,” Katanya.

Atas musibah ini, BPBD Kabupaten Tangerang menghimbau kepada warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca saat ini tidak menentu. 

Selain itu, cuaca yang ekstrem ini bisa berpotensi terjadinya bencana alam. Baik itu bencana seperti angin kencang atau puting beliung. 

BACA :  Jalan Daan Mogot Ditutup, Dishub Terjunkan Personel di Jalur Alternatif

“Maka saya sarankan kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terjadinya bencana. Karena cuaca sekarang tidak bisa diprediksi, bisa kapan saja terjadi bencana,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler