Connect with us

Berita Terbaru

Gawat Banyak Industri di Kab. Tangerang Disebut Cemari Lingkungan; Salah Satunya Perusahaan Raksasa

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Sampan nelayan terparkir di atas Sungai Ciujung di Kampung Jongjing, Desa Kebon Jeruk, Kecamatan Titrayasa, Kabupaten Serang, Senin, 8 Juli 2019. Warga mengeluhkan kondisi Sungai Ciujung yang berubah hitam dan berbusa serta bau. (BantenHits.com/ Nurmansyah Iman)

Tangerang- Puluhan industri di Kabupaten Tangerang diduga telah membuang limbahnya secara sembarangan hingga menyebabkan pencemaran lingkungan. 

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mencatat, selama tahun 2021 ini sudah ada 36 industri skala besar yang dilaporkan atas dugaan pencemaran lingkungan. 

“Kita sudah banyak menerima aduan ada 36 industri yang diduga telah melakukan pencemaran lingkungan,” Ungkap Kepala Seksi (Kasi) Bina Hukum DLHK Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha, Selasa 5 Oktober 2021. 

BACA :  Kadindikbud Pandeglang: Pungli Dana BOS UPT Pulosari Terstruktur

Dari banyaknya laporan yang masuk, lanjut Sandi, puluhan industri tersebut diduga telah membuang limbah cairnya ke aliran sungai dan lingkungan sekitar. 

Meski begitu, menurut dia, pihak DLHK Kabupaten Tangerang sudah berupaya melakukan pengawasan dan memberikan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku kepada industri yang terbukti melakukan pencemaran. 

“Yang 36 industri ini sudah kita berikan sanksi tertulis agar mereka memperbaiki pengelolaan limbahnya,” Terangnya.

Terbaru, Sandi menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pemanggilan terhadap PT. Mayora Indah Jayanti karena diduga telah mencemari perairan warga sekitar. 

“kita langsung menindak dengan melakukan pemanggilan terhadap manajemenya. Saat ini kita juga sedang melakukan penelitian benar tidaknya ada pencemaran terhadap perairan warga sekitar,” Tukasnya.

BACA :  Sungai Ciberang Kembali Meluap, Tiga Jembatan Darurat di Lokasi Banjir Bandang dan Longsor Lebak Hanyut

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler