Connect with us

Berita Terbaru

5 Ribu Pedagang dan UMKM di Lebak Pakai QRIS BRI, Ini Keuntungannya

Published

on

Pimpinan Cabang BRI Rangkasbitung, Riki Rinda Sakti menyebutkan nyaris 5 ribu merchant QRIS telah disebar kepada para pedagang dan UMKM. (Istimewa)

Lebak- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rangkasbitung mencatat telah menyebarkan 5 ribu merchant Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS untuk para pedagang dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak.

Ya mereka tertarik menggunakan produk salah satu bank milik negara ini karena ditawarkan segudang keuntungan.

“Data terakhir itu nyaris 5 ribu merchant QRIS kita yang sudah disebar ke Pedagang dan UMKM Lebak. Di Pasar Rangkasbitung sekitar 400 pedagang yang sudah pakai,”kata Pimpinan Cabang BRI Rangkasbitung, Riki Rinda Sakti, Sabtu, 21 Mei 2022.

BACA :  Dindik Lebak soal PTM; Digelarnya di Sekolah Biar Siswa Mengenal Lingkungan

Dia menerangkan terdapat beberapa keuntungan yang akan didapatkan oleh pedagang dengan menggunakan transaksi digital khususnya QRIS BRI. Salah satunya soal keamanan bertransaksi.

“Transaksi juga ngga ribet dan memakan waktu lama. Lebih safety juga,”terangnya.

Selain itu, kata Riki, mereka yang telah menggunakan QRIS BRI akan terus dibimbing agar melek digital.

“Mantri-mantri kita terus bergerilya mengedukasi para pedagang agar mereka paham betul transaksi digital. Jadi jangan ragu untuk bertanya, kita (BRI-red) pasti layani,”tuturnya.

Riki mengaku akan terus menggalakkan program digitalisasi kepada para pedagang dan UMKM seiring dengan adanya komitmen yang sama antara BRI dengan Pemkab Lebak.

Sementara Sekretaris Daerah atau Sekda Lebak, Budi Santoso mendukung penuh upaya BRI untuk melaksanakan transformasi digital di sektor perdagangan.

BACA :  Hari Kedua Local Lockdown di Tasikmalaya, Bus dari Tangerang Hanya Bisa Antar Penumpang sampai Rajapolah

“Ini sejalan dengan progam pemerintah utk mempercepat pelaksanaan transaksi elektronik,”kata Budi.

Menurutnya, banyak keuntungan yang didapat baik pedagang maupun konsumen dengan menggunakan transaksi elektronik seperti lebih simpel, efisien dan bisa terhindar dari peredaran uang palsu.

Tak sampai disitu, lanjut Budi, pemerintah juga bisa mendapatkan data perputaran uang dimasyarakat.

“Kita harap bank bank lain juga dapat melaksanakan elektronifikasi transaksi,”tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler