Connect with us

Berita Pemda

Bupati Iti Komandoi Jajarannya Belajar Pengelolaan Geopark dan Desa Wisata ke Yogyakarta

Published

on

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya saat foto bersama dengan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengenai kerjasama Geopark. (FOTO Tangkap Layar Video)

Lebak– Pemerintah Kabupaten Lebak mengunjungi pemerintah Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 23 September 2022. Tujuannya untuk belajar pengelolaan Geopark dan Desa Wisata.

Sederet pejabat yang dikomandoi langsung Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya bertandang ke daerah pimpinan Sunaryanta. Mereka mendapat sambutan hangat.

“Alhamdulilah Pemkab Lebak menyepakati kerja sama dengan Pemkab Gunungkidul terkait penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pengembangan potensi daerah,” kata Bupati Iti Octavia Jayabaya dalam keterangan yang diunggah di akun Instagram pribadinya seperti dikutip BantenHits.com, Senin, 26 September 2022.

BACA :  Unjuk Rasa Cipayung Plus soal Kepemudaan di Kantor Bupati Lebak Ricuh, Satu Mahasiswa Dilarikan ke RS

“Kami disambut langsung oleh pak Bupati Gunungkidul. Pada pertemuan yang hangat ini, kami menyampaikan alasan jauh-jauh dari Lebak sekitar 700 Km ke Gunungkidul tidak lain karena ingin belajar bagaimana geopark telah benar-benar menjadi jalan baru ekonomi inklusif yang berkelanjutan, salah satunya berkat andil besar Pemkab Gunungkidul,” sambungnya.

Hal ini terlihat dari berbagai prestasi yang diperoleh oleh Kabupaten Gunungkidul baik d itingkat Nasional maupun Internasional, salah satu contohnya Desa Wisata Nglanggeran yang berhasil meraih penghargaan Best Tourism Village 2021 dari UNWTO.

“Kami juga mengikuti sharing session terkait strategi dan kebijakan pengembangan Gunung Sewu UGGp hingga kepada peran badan pengelola dalam pembinaan kawasan Geopark serta benchmark pemberdayaan ekonomi masyarakat di geosite,” paparnya.

BACA :  Ketua DPRD Warning Kepala Sekolah di Pandeglang Agar Hati-hati Kelola Dana BOS

Iti menilai ada yang menarik dari pernyataan Bupati Gunungkidul bahwa pengembangan Geopark adalah pariwisata namun tidak meninggalkan karakteristik masyarakat yang hidup dari pertanian dan UMKM, biarkan sektor ini tetap berkembang dan pariwisata sebagai alternatif.

“Tentunya hal tersebut sejalan dengan yang terus kami upayakan dalam kebijakan pembangunan Kabupaten Lebak, di mana beragam potensi lokal akan dikembangkan secara integratif melalui pengembangan sektor pariwisata sebagai leading sector-nya,” katanya.

“Salah satu implementasi nya yaitu melalui pengembangan Geopark Bayah Dome sehingga dapat terwujud Lebak sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasi Potensi Lokal,” sambungnya.

Sementara itu Sekretaris Bapelitbangda Kabupaten Lebak Widi Ferdian mengatakan, Pemkab Lebak menargetkan geopark Bayah Dome ditetapkan Kementerian ESDM sebagai Geopark nasional. 

BACA :  Misteri Mayat di Samping Tol Tangerang-Merak Terbongkar; Dibunuh oleh Sepasang Kekasih

“Geopark Bayah Dome belum ditetapkan sebagai geopark nasional. Target kita tahun 2023 Bayah Dome ditetapkan sebagai Geopark nasional,” ujarnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler