Connect with us

METROPOLITAN

Mulai Mei, Pegawai Pemkot Tangsel Kenakan Busana Muslim dan Baju Betawi

Published

on

Banten Hits.com – Mulai Mei mendatang, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan diharuskan mengenakan busana muslim dan pakaian adat Betawi. Busana muslim diperuntukan bagi para pegawai yang beragam Islam, sedangkan pakaian betawi bagi non muslim. keharusan mengenakan busana muslim dan baju adat betawi itu dilakukan setiap Jumat.

Demikian dikemukakan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany selepas peringatan hari Kartini, di Puspitek, Serpong, Selasa (23/04/2013).

Banten Hits.com – Mulai Mei mendatang, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan diharuskan mengenakan busana muslim dan pakaian adat Betawi. Busana muslim diperuntukan bagi para pegawai yang beragam Islam, sedangkan pakaian betawi bagi non muslim. keharusan mengenakan busana muslim dan baju adat betawi itu dilakukan setiap Jumat.

BACA :  Ditolak Masuk SMAN 4 Kota Tangerang, Anak Yatim Miskin di Kelurahan Periuk Jaya Lapor Inspektorat

Demikian dikemukakan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany selepas peringatan hari Kartini, di Puspitek, Serpong, Selasa (23/04/2013).

Menurut Airin,  keinginan mengharuskan pakaian muslim ataupun betawi bagi para pegawainya, sebenarnya sudah lama dicanangkan. Namun baru kali ini akan dicoba realisasinya.

Demi mewujudkan kebijakan baru itu, dirinya mengaku telah berkomunikasi dengan Sekda Tangsel Dudung E Diredja untuk melakukan kajian penggunaan pakaian tersebut. “Insya Allah sudah mulai diterapkan pada awal Mei mendatang,” ujarnya.

Kendati pihaknya mengharuskan menggunakan pakaian itu, Airin berharap tidak akan menjadi beban bagi seluruh jajarannya. Prinsipnya kebijakan itu harus menguntungkan semua pihak.

“Jangan malah ada keharusan berpakaian muslim atau batik malah bikin resah. Misalnya pegawai memaksakan membeli pakaian itu, sementara uangnya tidak ada,” ungkapnya.

BACA :  Dua Jemaah Haji Asal Majasari Wafat, Satu Lainnya Masih Dirawat

Mengenai sanksi bagi pegawai yang tidak mengenakan pakaian itu, Airin mengaku belum memikirkan. “Hanya imbauan saja. Kalau sanksi belum ada. Lagian kelamaan, pegawai akan memakai baju itu karena sudah terbiasa,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya berharap jika pegawai sudah mengenakan pakaian itu akan dibarengi dengan peningkatan kinerja jajarannya. “Sekarang birokrasi kita sudah bagus melayani masyarakat. Saya ingin mereka lebih bersemangat lagi,” imbuhnya.

Menyikapi kebijakan baru itu, sejumlah pegawai di lingkungan Pemkot Tangsel mengaku tidak menjadi masalah. “Bagus jika kita memakai baju muslim di hari jumat. Suasananya lebih islami,” ujar Anggi, salah seorang pegawai di Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM).

Begitu pun yang dikemukakan Irsyad, salah satu staff di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel. “Tidak jadi persoalan kok. Malah dengan menggunakan pakaian muslim kerjanya jadi lebih bersemangat,” jelas Irsyad. (Riani)

BACA :  Hakiki Hakim Tak Lagi Kuasa Hukum Keluarga Ayu Oktaviani?



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler