Connect with us

METROPOLITAN

Dua Saksi di Lokasi Tawuran Diamankan

Published

on

Banten Hits.com– Terkait dengan peristiwa tawuran yang menewaskan satu orang siswa SMPN 7 Kota Tangerang, juga dua siswa lainnya luka berat, petugas Polsek Kota Neglasari, telah mengamankan dua orang siswa yang menjadi saksi peristiwa tersebut.

Beberapa menit setelah peristiwa tersebut reda dan korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang, Banten Hits.com menemui dua siswa yang jadi saksi peristiwa berdarah tersebut.

Banten Hits.com– Terkait dengan peristiwa tawuran yang menewaskan satu orang siswa SMPN 7 Kota Tangerang, juga dua siswa lainnya luka berat, petugas Polsek Kota Neglasari, telah mengamankan dua orang siswa yang menjadi saksi peristiwa tersebut.

Beberapa menit setelah peristiwa tersebut reda dan korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang, Banten Hits.com menemui dua siswa yang jadi saksi peristiwa berdarah tersebut.

BACA :  Respons Buruh Pabrik di Tangerang saat Kepergok Satpol PP Indehoy sama Selingkuhan: Gimana Ini Kalau Laki Gua Tau?

Mereka masing-masing F (14) dari SMPN 21 Kota Tangerang, dan Df (14) dari MTS Tarbiyah, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

“Kami gak tahu siapa yang tawuran,” ungkap Df di ruang penyeidikan tim 3 lantai 2 Polsekta Neglasari.

Saat yang bersamaan, tiga orang guru darai MTS Tarbiyah, juga melakukan pengecekan ke Polsek dan RSUD Kabupaten Tangerang.

Seperti diberitakan, peristiwa tawuran yang memicu 1 orang siswa tewas dan dua siswa lainnya terluka pada Kamis (25/04/2013) sore, masih diselidiki petugas kepolisian dari Sektor Kota Neglasari dan Polres Metropolitan Tangerang Kota.

Angga (20), warga Kompleks Angkasa Pura, salah seorang saksi mata yang turut menolong korban keberingasan siswa yang tawuran, menuturkan, ketiga korban yang tewas dan luka itu diserang sekelompok siswa yang tak jelas dari sekolah mana.

BACA :  Petugas Sita Ribuan Miras dari Gudang PT Esham Dima Mandiri

“Mereka dipukuli pake balok hingga akhirnya jatuh dan menghantam mobil,” kata Angga.

Hal senada juga dikatakan oleh Imam (48), seorang tukang rokok persis di lokasi kejadian. Menurut Imam, peristiwa tersebut terjadi saat para siswa tengah coret-coretan usai melaksanakan UN terakhir.

“Kami gak tahu mereka dari sekolah mana saja,” kata Imam.

Dari hasil keterangan sejumlah saksi yang telah diamankan di Polsekta Neglasari, diperoleh informasi, di lokasi kejadian ada sekumpulan siswa dari tiga sekolah yang berbeda. Mereka adalah SMP Negeri 7 Kota Tangerang, SMP Negeri 21 Kota Tangerang, dan MTS Tarbiyah, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Teddy (14), siswa kelas tiga SMPN 7 Batu Ceper Kota Tangerang meregang nyawa, karena dikeroyok segerombolan siswa lain usai mengikuti ujian nasional hari terakhir, Kamis (25/04/2013).

BACA :  76 Napi di Rutan Rangkasbitung Dapat Remisi Tahun 2017

Insiden ini terjadi, saat Teddy bersama kedua rekannya Muhammad Ikhsan Abdul Hakim (14), dan Muhammad Abduh (14), berboncengan pulang dari sekolah dan akan pulang ke Komplek Perumahan Angkasa Pura, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Tiba-tiba di perjalanan, ia bersama temannya terjebak dalam tawuran yang terjadi usai pelaksanaan Ujian Nasional hari terakhir.(Rus)




Photos

  • Videos


  • Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    Advertisement
    Click to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    one × 3 =

    Terpopuler