Connect with us

METROPOLITAN

Telur dan Tomat Busuk Hujani Rumah Juki

Published

on

Banten Hits.com– Ratusan Buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Buruh Tangerang Bergerak (Kabut Bergerak) melempari rumah Juki Irawan (41), pemilik industri rumahan kuali di Kampung Bayur Opak, RT.03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepata Timur, Kabupaten Tangerang, dengan menggunakan telur dan tomat busuk.

“Telur dan tomat busuk ini adalah simbol kebusukan pengusahan kuali,” kata Maman, Kordinator aksi dari Kabut Bergerak.

Banten Hits.com– Ratusan Buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Buruh Tangerang Bergerak (Kabut Bergerak) melempari rumah Juki Irawan (41), pemilik industri rumahan kuali di Kampung Bayur Opak, RT.03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepata Timur, Kabupaten Tangerang, dengan menggunakan telur dan tomat busuk.

“Telur dan tomat busuk ini adalah simbol kebusukan pengusahan kuali,” kata Maman, Kordinator aksi dari Kabut Bergerak.

BACA :  Cuaca Buruk di Selat Sunda, 2 Kapal Karam Dihempas Gelombang

Aksi pelemparan telur dan tomat busuk yang dilakukan para buruh ini, dilakukan secara serempak seecara terkomando.

Korlap Aksi Kabt Bergerak Maman, mengomando aksi pelemparan ini. Para buruh yang membekali diri dengan telur dan tomat, berbaris persis di depan gerbang rumah Juki Irawan yang terlihat megah.

Setelah mendapat komando, ratusan telur busuk dan tomat pun melayang menghujani rumah Juki Irawan yang berlantai dua.

Aksi pelemparan tomat dan telur busuk ini, dilakukan di depan anggota polisi dari Polres Kota Tangerang yang melakukan penjagaan di sekitar rumah Juki Irawan.

sebelumnya, ratusan buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Buruh Tangerang Bergerak (Kabut Bergerak), Rabu (08/05/2013) menjebol barikade yang dibuat polisi untuk menghalau laju buruh yang hendak menuju ke rumah Juki Irawan (41), pengelola industri rumahan pembuat kuali di Kampung Bayur Opak, RT.03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

BACA :  Dua Pelaku Curanmor Ditangkap setelah Beraksi di Terminal Kadubanen

Massa buruh yang sempat bersitegang dengan polisi ini, akhirnya dengan leluasa masuk persis di depan rumah Juki Irawan yang satu areal dengan lokasi industri rumahan pembuatan kuali.

Di tempat ini buruh menggelar orasi. Mereka menuding, perbudakan baru di era modern ini dibekingi aparat kepolisian.

“Kami meminta, kepolisian menangkap dua beking pabrik ini yang hingga saat ini masih buron,” teriak buruh dalam orasinya.

Buruh juga menyatakan, tindakan tak manusiawi yang dilakukan pengelola industri rumahan kuali, jelas merupakan pelanggaran HAM berat. Mereka mengaku tak habis pikir, praktik semacam ini bisa tak terendus oleh jajaran polisi di Kabupaten Tangerang.

“Kami akan melakukan pengawalan terhadap kasus ini,” kata buruh.

BACA :  32.820 Bibit Lobster Senilai Rp6,4 Miliar Gagal Diselundupkan

Sebelumnya, Komite Aksi Buruh Tangerang Bergerak (Kabut Bergerak), Rabu (08/05/2013) pagi ini akan mendatangi lokasi industri pengolahan kuali yang berada di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

“Ini bentuk solidaritas kami terhadap buruh-buruh yang bekerja di industri kuali itu,” tegas Maman, Kordinator Kabut Bergerak saat dihubungi Banten Hits.com lewat telefon genggamnya, Rabu (08/05/2013) pagi.

Maman melanjutkan, target aksi Kabut Bergerak hari ini adalah lokasi industri rumahan pembuat kuali Milik Juki Irawan yang mempekerjakan pekekrjanya secara tak manusiawi.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler