Connect with us

METROPOLITAN

Setiap Menit, Penduduk Indonesia Bertambah 6 Jiwa

Published

on

Banten Hits.com – Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai penduduk terpadat kelima di dunia setelah Cina, India, Rusia dan Amerika Serikat (AS). Pada tahun 1971, jumlah penduduk Indonesia mencapai 120,5 juta jiwa dengan penyebaran penduduk yang tidak merata yakni 65-70 % berada di Jawa, Madura dan Bali (luas 7%).

 

Banten Hits.com – Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai penduduk terpadat kelima di dunia setelah Cina, India, Rusia dan Amerika Serikat (AS). Pada tahun 1971, jumlah penduduk Indonesia mencapai 120,5 juta jiwa dengan penyebaran penduduk yang tidak merata yakni 65-70 % berada di Jawa, Madura dan Bali (luas 7%).

BACA :  Soal e-KTP Berserakan di Cikande, Polisi: Langsung Saja ke Pemda

“Angka Kematian Umum 21%, Angka Pertumbuhan Penduduk 2,6% (dalam setiap menit penduduk Indonesia bertambah 6 jiwa dan separuh dari jumlah penduduk tidak produktif),” kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hj. Paulina, saat menyampaikan laporan latar belakang dan sejarah KB di Indonesia, di acara sosialisasi menciptakan masyarakat yang kreatif dan membangun keluarga yang berbudi luhur melalui media tradisional dan seni budaya di Teluknaga, Tangerang. (10/3/2015).

Menurutnya, ledakan penduduk Indonesia terjadi dikarenakan adanya kemajuan pelayanan kesehatan masyarakat, peraturan-peraturan sosial, perbaikan gizi, perbaikan situasi ekonomi, dan migrasi.

Program KB sendiri bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga serta Bangsa dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran, sehingga pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan untuk menaikan produksi.

BACA :  Dua Wisatawan Pantai Pasput Cihara Digulung Ombak; Satu Meninggal, Satu Lainnya Hilang  

Peningkatan penduduk di Indonesia yang semakin berkembang pesat juga dinilai berpengaruh kepada ketahanan pangan, peningkatan jumlah penduduk miskin  dan peningkatan jumlah pengangguran.

“Saya harap dengan sosialisasi tentang pentingnya keluarga yang berkualitas kepada masyarakat, bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya meningkatkan komunikasi yang santun, saling menghargai antar anggota keluarga satu dengan lainnya dan memperbanyak pertemuan yang bersifat kerohanian, misalnya Yasinan, pengajian atau ceramah”, terang Hj. Siti Masrifah, anggota Komisi IX DPR RI. (Dini)

 

 

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler