Connect with us

METROPOLITAN

Jelang Puasa, Pelabuhan Merak Padat

Published

on

Banten Hits – Memasuki bulan suci Ramadan, ratusan kendaraan pribadi serta truk ekspedisi bermuatan sembako mulai tampak memadati setiap kantong parkir Pelabuhan Merak, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Peningkatan kendaraan ini dipicu karena bertepatan dengan masa libur anak sekolah dan banyaknya kendaraan truk muatan sembako yang bersiap mendistribusikan pasokan dalam rangka persiapan masa bulan puasa.

Terjadinya kepadatan jumlah kendaraan tersebut dibenarkan Manager Operasional PT. ASDP Ferry Cabang Merak, Nana Sutisna.

“Memang benar sejak semalam  lima kantong parkir di pelabuhan Merak, Dipadati kendaraan terutama kendaraan pribadi. Karena hari ini memasuki masa libur anak sekolah,” kata Nana  saat ditemui di kantornya, Minggu (14/6/2015).

Nana melanjutkan, selain kondisi jumlah kendaraan yang mengalami peningkatan jelang bulan puasa, peningkatan juga terjadi pada penumpang pejalan kaki yang hendak menyeberang menuju pulau Sumtera melalui pelabuhan merak.

“Berdasarkan data yang kami peroleh kenaikan penumpang yang menggunakan kendaraan maupun pejalan kaki pengalami peningkatan sebesar tiga puluh persen dari hari biasanya. Sementara hingga saat ini di pelabuhan Merak sudah menyeberangkan sebanyak 2400 kendaraan dimana pada hari biasa hanya menyeberangkan sebanyak 2100 perbulanya,” “tuturnya.

PT. ASDP Ferry cabang Merak akan menambah jumlah kapal yang dioperasikan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan penumpang kendaraan truk yang terus mengalir, di Pelabuhan Merak.

“Kapal yang beroperasi saat ini 24 kapal, bila nanti akan ada peningkatan lagi maka kita akan operasikan kapal menjadi 28 kapal lagi,” terangnya.

Aceng Mahmud, salah seorang sopir truk yang mengangkut sembako dari Jakarta menuju Lampung mengaku memasuki bulan puasa jumlah pesanan sembako di perusahaannya dipastikan meningkat.

“Saat Ini saja saya sudah melakukan, pendristribusian sembako ke Lampung sudah tiga kali bolak balik, karena pesanan sembako dari lampung terus meningkat. Bahkan saya dan kenek tidak sempat menginap di tempat tujuan. Setelah bongkar barang harus kembali lagi ke Jakarta,” tandasnya. (Uud)

Trending