Connect with us

METROPOLITAN

Dosen FKIP Untirta yang Diduga Cabul, Menuduh Mahasiswi Tak Perawan Lalu Memegang Alat Vitalnya

Published

on

Banten Hits – AH, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta Serang dilaporkan telah mencabuli TIP, mahasiswinya yang saat itu tengah menjalani bimbingan skripsi, Senin (21/4/2014) lalu. Tindakan asusila ini, bahkan dilakukan di ruangan Wakil Direktur 1 Pascasarjana Untirta Serang.

(BACA JUGA : Parah! Ternyata Pencabulan terhadap Mahasiswi Untirta Terjadi saat Bimbingan Skripsi)

Dalam kronologi yang dilampirkan bersama surat laporan LBH APIK Banten yang salinannya diterima Banten Hits, korban menceritakan bagaimana AH melakukan tindakan asusila terhadap dirinya. Semula, AH melakukan kekerasan verbal sebelum kemudian melancarkan aksi bejadnya lebih lanjut.

“Kamu sudah melakukan hubungan suami istri dengan mantan kamu ya? Karena kondisi fisik kamu sekarang berubah tidak seperti dulu. Karena saya bisa membedakan antara perempuan yang sudah melakukan hubungan suami istri dan yang belum,” beber korban menirukan ucapan AH saat itu.

BACA :  Polres Metro Tangerang Berikan Alat Bantu Sepatu dan Kacamata untuk Dua anak Disabilitas

Setelah mengucapkan kata-kata yang tidak semestinya diucapkan oleh seorang dosen, apalagi saat itu sedang berlangsung kegiatan akademik, AH melanjutkan ucapannya.

“Dengan memegang payudara kamu, saya bisa tahu kamu itu masih perawan atau tidak,” tulis korban lagi.

Setelah mengucapkan kata-kata itu, AH kemudian menyentuh bagian vital TIP yang disebutnya. Dia juga mencium pipi korban yang saat itu hanya bisa pasrah dan menangis. Korban mengaku tak berteriak karena takut kepada AH, sekaligus malu jika hal tersebut diketahui orang lain.

“Saya pun masih ingat pada saat itu saya mengenakan baju hijau, kerudung hijau dan rok hitam. Ketika itu saya masih menjalani bimbingan skripsi di Untirta,” tulis korban.

BACA :  Alhamdulillah Iti Jayabaya Sudah Negatif Covid-19; Begini Kondisinya

(BACA JUGA : Ini Modus Dugaan Pencabulan Dosen FKIP Untirta Serang)

Awalnya TIP dan teman-temannya membuat janji untuk bimbingan, maka dilaksanakanlah bimbingan yang awalnya berjalan normal tersebut. Namun setelahnya, AH meminta TIP untuk melakukan bimbingan secara intens dan hanya berdua saja.

“TIP nanti bimbingannya berdua di ruangan bapak saja, dan saat itu statement didengar oleh teman-teman yang bimbingan,” tulis korban.(Rus)



Terpopuler