Connect with us

METROPOLITAN

146 Warga Pandeglang Menderita HIV/AIDS

Published

on

Banten Hits – Sebanyak 146 warga Kabupaten Pandeglang dinyatakan positif menderita penyakit HIV/AIDS. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bahkan menyebut, penderita penyakit menular tersebut meningkat setiap tahunnya. Sejak tahun 2012, tercatat 20 orang dalam setiap tahunnya menderita HIV/AIDS dengan rata-rata usia penderita 18-24 tahun.

“Tahun 2012 ada 8 orang, bertambah menjadi 27 orang pada tahun 2013,” kata Kasi Pengamat, Pencegahan, dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Pandeglang, Yudi Hermawan  saat ditemui di ruangannya, Senin (1/12/2015).

Saat ini kata Yudi, penderita HIV/AIDS tidak hanya dialami oleh Pekerja Seks dan pengguna Narkoba, melainkan kepada ibu rumah tangga. Fenomena tersebut juga terjadi dihampir seluruh wilayah di Indonesia.

BACA :  Jadi Milik Pribadi, Pemkab Pandeglang Kehilangan Pantai Karang Sari

“Kalau dulu orang-orang yang beresiko kena HIV/ADIS itu berasal dari gay, pengguna jarum suntik konsumsi Narkoba, Pekerja Seks. Tapi sekarang, ibu-ibu rumah tangga juga banyak yang kena. Kemungkinan berasal dari suami atau sebaliknya,” jelasnya. (BACA: Peringati Hari AIDS Sedunia, Pelajar di Kota Tangerang Ajak Remaja Hindari Pergaulan Bebas).

Yudi mengaku, ada berbagai kendala yang dihadapi Dinkes dalam menanggulangi HIV/AIDS. Salah satunya, tentang stigma masyarakat yang masih beranggapan bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit kutukan akibat prilaku buruk, sehingga menyebabkan banyak masyarakat yang malu untuk melakukan pemeriksaan.

“Kesulitan lain yang kita alami karena minimnya tenaga penjangkau. Kita bary memiliki 2 orang petugas,” ucapnya.

Namun lanjut Yudi, Dinkes terus melakukan upaya promotif dengan memberikan informasi tentang bahaya HIV/AIDS. Pihaknya juga meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendeteksi dini kasus HIV dan kemampuan melakukan konseling.

BACA :  Kebakaran Hebat di Gereja Christ Catedhral Serpong; Tiga Damkar Dikerahkan

“Kita sudah menjalin mitra dengan organisasi keagamaan seperti NU, MUI, dan Forum Pondok Pesantren untuk menekan itu melalui syiar keagamaan,” pungkasnya.(Nda)



Terpopuler