Connect with us

METROPOLITAN

Protes Truk Milik Cemindo Gemilang, Warga Datangi Dishub Lebak

Published

on

Banten Hits – Merasa dirugikan oleh truk-truk besar milik PT Cemindo Gemilang yang membawa materil pabrik semen merah putih di wilayahnya, sejumlah warga Kecamatan Bayah, Rabu (20/4/2016), mendatangai kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Lebak.

Warga protes lantaran lalu lalang kendaraan berukuran besar tersebut menjadi biang kerok rusaknya infsrastruktur jalan dan lingkungan, serta membahayakan aktivitas masyarakat, tak terkecuali anak-anak sekolah. Belum lagi, pendirian pabrik semen yang mengakibatkan tercemarnya lingkungan warga.

“Bagaimana jalan tidak hancur, truk yang lewat beratnya lebih dari 35 ton, dan setiap harinya lebih dari 200 unit truk yang lalu lalang,” ujar Agus dihadapan Kepala Dishub Lebak Alkadri.

Parahnya kata Agus, meski sudah merusak infrastruktur dan melanggar ketentuan kelas jalan, namun tidak ada tindakan apapun dari Pemerintah Daerah. Bahkan katanya, tak jarang truk-truk tersebut mendapat pengawalan dari kendaraan Patwal Kepolisian.

BACA :  MUI ke Calon Jemaah Haji Kab. Serang: Niatnya Ibadah, Lillahi ta'ala

“Saya minta Dishub bertindak, atau kalau tidak mampu, kami masyarakat yang bertindak langsung,” tegasnya

Pelanggaran oleh kendaraan milik Cemindo Gemilang sebenarnya sudah diketahui Pemerintah Daerah. Dinas Bina Marga (DBM) sudah menegur, namun sayang teguran tersebut tak pernah digubris perusahaan.

Tak hanya soal kerusakan infrastruktur, pembangunan pabrik semen yang lokasinya dekat dengan Pantai Sawarna dan Pulau Manuk tersebut juga berdampak kepada kerusakan ekosistem di Pantai Bayah.

“Kerusakan ekosistem pantai sudah sangat kritis, seperti reklamasi untuk dermaga yang mengakibatkan keindahan Pantai Karang Bolong punah, kemudian udara di sekitar pabrik yang sudah di atas ambang kewajaran, dan banyak masyarakat yang mengalami Ispa,” tambah warga lainnya, Yuda Aduy.

BACA :  Waduh Kejari Endus Aroma Korupsi di Salah Satu OPD Kota Cilegon; Kasusnya Masih Rahasia

Kepala Dishub Lebak Alkadri mengaku, akan segera menerjunkan petugas untuk meninjau langsung apakah benar truk-truk yang over tonase tersebut masih bebas mengaspal.

“Kita koordonasi dulu dengan instansi terkait yakni Pemprov Banten, karena jalan di Lebak Selatan banyak yang merupakan kewenangan Provinsi dan Pusat,” pungkasnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler