Connect with us

METROPOLITAN

Pungli KTP Keluhan Netizen yang Bilang Irna Narulita Pencitraan

Published

on

 

Banten Hits – Dwi Arie Setiawan, seorang netizen merasa kecewa atas aduan yang dikirimkan melalui SMS Center Pemkab Pandeglang yang tak ditanggapi. Pun begitu ketika dia sampaikan aduan melalui akun Facebook Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Kesal lantaran aduannya tak ditanggapi, Dwi Arie Setiawan menyebut kepemimpinan Irna Narulita-Tanto Warsono Arban hanya mengejar pencitraan. Lalu apa sebetulnya aduan Dwi yang yang disebutnya tidak ditanggapi itu?

Saat dikonfirmasi Banten Hits, Sabtu (30/7/2016), Dwi mengungkapkan, aduan dirinya ke SMS Center Pemkab Pandeglang dan ke akun facebook milik Bupati Pandeglang Irna Narulita disampaikan Juni 2016. 

Dwi menemukan masih maraknya pungutan liat (pungli) dalam perekaman KTP dan pembuatan kartu keluarga (KK) di tempat tinggal Dwi di Desa Racaterep, Kecamatan Labuan.

BACA :  Simpan Ekstasi dan Sabu, Oknum Anggota Polisi Ditangkap di Tangerang

“Yang saya adukan terkait masih maraknya pungli pembuatan KTP dan KK di tempat saya tinggal. Itu terjadi saat saudara saya membuat KTP dan KK,” kata Dwi kepada Banten Hits.

Menurut Dwi, alasan pihak desa dan kecamatan memungut biaya diperuntukkan untuk upah perekaman, hal itu juga diduga terjadi di desa-desa yang ada di Kecamatan Labuan. Fakta itu tentunya bertolak belakang dengan Undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang Sistem Kependudukan. Dalam Pasal 79 a berbunyi, pengurusan dan penerbitan kependudukan tidak dipungut biaya.

“Alasannya klasik untuk upah fotan (perekamaan). Waktu itu saudara saya buat dua KTP satu KK, dipinta Rp 300 ribu, dikasih Rp 200 ribu tetap tidak diterima oleh mereka,” terang pria yang ternyata salah seorang aktivis Gemasaba Pandeglang itu.

BACA :  33 TKI Suriah Tiba di Indonesia

Dirinya berharap, Pemkab Pandeglang segera mengambil tindakan terkait masalah yang krusial di masyarakat tersebut. Dwi juga meminta kepada Dinas Kependudukan Dan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pandeglang membuat papan informasi, baik di dinas terkait, kecamatan dan desa di Pandeglang bahwa pembuatan kartu kependudukan gratis.

“Supaya tidak terjadi pungli lagi, kita minta buat papan informasi dari baliho misalnya, bahwa pembuatan kartu kependudukan itu gratis,” pintanya.(Rus)

 



Terpopuler