Connect with us

METROPOLITAN

Kadisdik Pandeglang Tak Laporkan Penyebab Atap SDN 3 Tanjungan Roboh ke Bupati

Published

on

 

Banten Hits – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Kabupaten Pandeglang Muhammad Amri mengatakan, atap SDN 3 Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, bukanlah roboh melainkan rusak. Pernyataan disampaikan ketika ratusan siswa SDN 3 Tanjungan diketahui belajar di lahan kosong milik pabrik pengolahan singkong.

“Saya tadi konfirmasi ke UPT Pendidikan (Cikuesik), bahwa SDN 3 Tanjungan bukan roboh tapi rusak,” ujar Amri kepada wartawan di Pendopo Bupati Pandeglang, Kamis (15/8/2016).

BACA JUGA: Siswa SDN 3 Tanjungan Belajar di Pabrik Singkong, Dindikbud Baru Berencana Membangun

Namun, pernyataan Amri bertolak belakang dengan keterangan Wakil Kepala SDN 3 Tanjungan Sukarja. Menurutnya, atap roboh yang dialami sekolahnya sudah terjadi lima bulan lalu. Pada saat itu, atap tiga bangunan yang diperuntukkan untuk kelas 1, 2, dan 3 runtuh. Kejadian yang sama kembali menimpa ruang kelas lain pada setengah bulan lalu. Padahal, tidak ada bencana alam yang berlangsung.

BACA :  Dinkes Banten Waspadai Tenaga Kesehatan Asing Ilegal

“Konstruksinya bajanya roboh. Sudah setengah bulan. Kan ada 2 bangunan, yang 1 sudah 5 bulanan roboh, yang terakhir setengah bulan lalu. Konstruksinya memang sudah rapuh,” ujarnya.

“Yang baru roboh bangunan tahun 2006, sedangkan bangunan tahun 2013 sudah duluan roboh 5 bulan lalu. Total ada 6 ruangan. Bangunan 2013 untuk kelas 1,2,3 roboh duluan. Akhirnya dialihkan ke bangunan lama. Jadi 1 lokal disekat untuk 2 kelas. Tetapi akhirnya pada roboh semua,” sambungnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku belum tahu jika atap bangunan dari baja di SDN 3 Tanjungan itu dibuat tahun 2013 dan roboh. Irna mengaku belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Muhammad Amri.

“Ibu baru tahu kalau bangunan itu baru yah, Pak Amri belum lapor ke Ibu,” katanya.(Rus)

BACA :  Ini Dia Beaya Sewa Reklame di Tangsel

 

 



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh