Connect with us

GAYA HIDUP

Belajar, Berlatih, dan Bergembira di SMA APM Boarding School

Published

on

SMA APM Boarding School

Belajar olahraga ketangkaksan berkuda menjadi salah satu ekstrakulikuler utama di SMA APM Boarding School.(Dok.Banten Hits)

Hawa sejuk langsung memeluk permukaan kulit saat kami menginjakkan kaki di kawasan Sekolah Menengah Atas (SMA) Adria Pratama Mulya (APM) Boarding School, Jalan Aria Wangsakara, Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Sesungguhnya siang itu cahaya matahari tengah terik-teriknya. Namun, pepohonan rindang di sekeliling sekolah seluas 8 hektar itu terbukti efektif menangkal panas, bahkan merubahnya menjadi hawa sejuk.

Bangunan-bangunan sekolah yang identik dengan suasana alam pedesaan, semakin menambah eksotis kawasan itu. Andai kami diperbolehkan bisa berlama-lama berada di sekolah itu, rasanya kami pasti akan menyempatkan tidur-tiduran di atas rumput atau di teras salah satu bangunan sambil menikmati hawa sejuk.

Kedatangan kami di SMA APM Boarding School langsung disambut Ahmad Munawar, pria murah senyum yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah di tempat itu. Dari Ahmad Munawar inilah kami mendapatkan penjelasan-penjelasan soal SMA APM Boarding School.

Sekolah ini nyaris tak ada yang berbeda dengan sekolah umum lainnya. Seluruh siswanya belajar formal mulai jam 07.00 WIB-15.30 WIB di ruang kelas. Setelah itu mereka kemudian berkuda hingga menjelang waktu salat Maghrib. Inilah yang menjadi pembeda SMA APM Boarding School dengan sekolah umum lainnya.

BACA :  #SayangBanten Menggema; Mengulang Sejarah Kejayaan dari Sampah

“Kami memadukan kurikulum nasional dengan olahraga ketangkasan berkuda dan pembentukan karakter,” terang Ahmad Munawar.

Ketangkasan yang dimaksud Ahmad Munawar adalah olahraga berkuda yang menjadi mata pelajaran wajib di sekolah ini. Karenanya, SMA APM Boarding School merupakan sekolah pertama dan satu-satunya sekolah di Indonesia yang memadukan kurikulum nasional dengan olahraga ketangkasan berkuda dan pembentukan karakter.

Aktivis berkuda yang dilakukan selama kurang lebih dua jam di sore hari akan berhenti menjelang Maghrib. Siswa yang Muslim kemudian bersiap untuk mengikuti salat Maghrib berjamah, kemudian makan malam lalu berjamah salat Isya.

“Kemudian dilanjutkan dengan pendampingan belajar mandiri dengan guru-guru yang sesuai dengan jadwalnya,” kata Ahmad. 

SMA APM Boarding School, lanjut Ahmad, memiliki program unggulan berkuda dan kegiatan ekstra kulikuler untuk menunjang kreativitas siswa, baik di bidang olahraga maupun di bidang kesenian.

BACA :  Cieee.. Bupati Iti Punya Nama Alias di Radio

“Kita punya program performing art. Jadi ada musikalisasi puisi, akting, seni akting, seni vokal. Kemudian kita punya beladiri taekwondo dengan pelatih dari Pelatnas Indonesia. Kemudian kita juga ada radio,” jelasnya.

“Kita juga ada pelajaran sign language, bahasa isyarat dan kita ada Engslih club,” sambungnya.

Dengan didampingi Ahmad Munawar, kami berkesempatan mengelilingi seluruh bagian sekolah ini, mulai dari ruang kelas untuk belajar pendidikan umum SMA, asrama siswa dan guru, hingga arena untuk berlatih ketangkasan menunggang kuda.

Seluruh arena untuk berlatih menunggang kuda didesain sesuai standar arena berlatih atlet berkuda. Maklum, sekolah ini memang bertugas mencetak atlet berkuda dan prajurit-prajurit yang butuh keahlian khusus menunggang kuda.

“Aku sekolah di sini karena emang aku punya prestasi di (olahraga) berkuda, terus aku juga dapat beasiswa di sini juga untuk meneruskan (olahraga) berkudanya,” ucap Jeremy Ewaldo Hugo (15), salah seorang siswa kelas X SMA APM Boarding School.

Selain sebagai siswa, Jeremy memang merupakan atlet berkuda harapan Indonesia. Desember 2016 lalu dia berhasil menjadi juara satu di kelasnya dalam kompetisi yang digelar di luar negeri.

BACA :  Valentine, Kaum Muda Buru Bunga di Pasar Lama Tangerang

Dengan bersekolah di SMA APM Boarding School, Jeremy berharap dirinya bisa lebih mengembangkan pemintannya pada olahraga berkuda hingga mampu mengukit prestasi di tingkat internasional.

Berbeda dengan Jeremy yang memang atlet berkuda, Rayhan Ontoseno Breni (15), siswal kelas X lainnya di SMA APM Boarding School justru memilih bersekolah di SMA APM Boarding School karena tertarik untuk belajar menunggang kuda. 

Dia juga tertarik  bersekolah di SMA APM Boarding School karena sekolah ini satu-satunya sekolah yang berasrama dan memiliki ekskul berkuda. 

“Sebelumnya belum pernah berkuda. Justru pengen mendalami (olahraga) berkuda di sekolah ini. Awalnya agak sulit, tapi setelah dua bulan sudah lancar,” jelas Rayhan.

Seluruh siswa di SMA APM Boarding School setiap hari menikmati keseruan mereka, tanpa harus kehilangan pelajaran layaknya siswa di sekolah umum. Inilah mungkin terobosan baru untuk dunia pendidikan di Indonesia. Bagaimana sebuah sistem pendidikan diciptakan untuk merawat kegemberian siswanya, tanpa harus kehilangan esensi untuk mencetak anak bangsa yang cerdas dan tangkas, serta berkarakter.(Darussalam Jagad Syahdana)

{mp4remote}http://video.bantenhits.com:1931/media/com_jomwebplayer/APM School.mp4{/mp4remote}




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    Terpopuler