Connect with us

METROPOLITAN

Soroti PHBS dan Infrastruktur di Kota Serang, Ketua DPRD Banten Sindir Pemkot

Published

on

KETUA DPRD BANTEN ASEP RAHMATULLAH

Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah. (Banten Hits/ Mahyadi)

Serang – Ketua DPRD Provinsi Banten yang juga Plt Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Serang, Asep Rahmatullah prihatin dengan kondisi masyarakat di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Asep menyebut, masih banyak masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari lantaran belum mendapatkan air bersih. Kondisi ini kata dia sudah berlangsung puluhan tahun. Contonya, di Kelurahan Kilasah hingga Sawah Luhur.

“Ini sudah jadi kebiasaan masyarakat. Seharusnya, ada peran Pemkot Serang untuk menangani masalah ini,” ujar Asep, Selasa (14/3/2017).

Tak cukup dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), namun kata Asep diperlukan tindakan nyata Pemkot Serang.

BACA :  Leppami HMI Pandeglang Minta Limbah di Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Wisma PKPRI Ditangani dengan Baik

“Pemerintahnya harus turun langsung, cek saluran airnya. Lihat bagaimana kondisi masyarakat di sana yang masih banyak buang air besar di sungai yang juga menjadi tempat mencuci. Kita bisa bangun WC di samping sungai misalnya,” papar pria yang menyatakan kesiapannya maju pada pilkada 2018.

Terkait dengan Kawasan Banten Lama, Asep mengaku perlu ada penataan dan revitalisasi terhadap wisata religi tersebut. Salah satunya soal penempatan pedagang di Halaman Masjid Agung Banten Lama.

Asep mengaku, ia sudah sering kali berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menertibkan PKL.

“Dua tahun lalu saya bekerja sama dengan Polres Serang agar pedagang di area itu termasuk di bawah menara ditertibkan.

BACA :  Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Butuh Dana Rp23 Miliar

“Di sini pentingnya pemerintah hadir Banten itu bukan hanya milik keturunan kesultanan. Boleh, tapi tidak bisa ikut campur dalam kegiatan pemerintah,” sarannya.

Asep juga menyoroti kondisi infrastruktur di ibu kota Provinsi Banten yang masih banyak rusak. Salah satunya akses jalan menuju Banten Lama. Termasuk soal keberadaan bilboard yang terpasang di sejumlah titik di wilayah yang dipimpin Tb Haerul Jaman.

“Bilboard yang gede-gede depan pintu Tol Serang Barat itu tidak usah, pakai videotron biar tidak ada bilboard atau spanduk yang dipasang asal-asalan merusak pemandangan. Saya pengen ketika orang masuk Kota Serang kagum,” terangnya.(Nda)



Terpopuler