Connect with us

METROPOLITAN

Pembangunan Posyandu di Tangsel Terkendala Lahan

Published

on

Tangsel – Dari 827 posyandu di Tangerang Selatan (Tangsel), baru 300 posyandu yang sudah memiliki gedung. Hal itu diungkapkan Kabid Promosi Kesehatan Dinkes Tangsel, Iin Sofiwati usai peremsian posyandu dan posbindu PTM, di Jalan Oliander, Rawa Buntu, Serpong, Selasa (4/4/2017).

“Kendalanya karena tidak ada lahan. Pembangunan bangunan posyandu kan harus pakai tanah fasus fasum,” terang Iin.

Tahun 2016, 26 bangunan posyandu sudah dibangun. Pembagunan posyandu kata Iin sesuai dengan proposal usulan ke dinkes. Dari catatan Dinkes Tangsel, selama kurun waktu delapan tahun, sebanyak 300 proposal yang masuk dan direalisasikan.

“Kita punya target semua posyandu punya bangunan. Tapi sekarang, pembangunannya menjadi kewenangan dinas bangunan,” ucapnya.

BACA :  Delapan Bulan Covid-19 di Banten; 74 Perusahaan Gulung Tikar hingga 19 Ribu Karyawan Jadi Pengangguran

“Sisa bangunan yang belum direalisasi sudah kita serahkan kepada dinas bangunan, sekarang kita tidak tahu ada berapa bangunan yang akan didirikan untuk posyandu,” sambungnya.

Dinkes juga mengapresiasi kepada kader posyandu yang aktif bekerja dengan cara memberikan uang transport Rp1 juta dan baju seragam per tahun untuk setiap kader.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany memastikan, Pemkot Tangsel akan terus memberikan fasilitas kepada posyandu dan para kader.

“Kita berupayan memberikan kebutuhan seperti peyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan posyandu,” ucapnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler