Connect with us

METROPOLITAN

Banten West Java Pastikan Pusat Budaya Asing di Tanjung Lesung Tak Hilangkan Budaya Lokal

Published

on

Pandeglang – Kehadiran Mongolian Culture Center (MCC) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung mendapat reaksi keras dari elemen mahasiswa di Banten.

Pasalnya, keberadaan pusat kebudayaan asing tersebut dinilai tak sesuai dengan kultur masyarakat Banten. PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola KEK disarankan menghadirkan pusat kebudayaan lokal jika tujuannya hanya menarik wisatawan.

BACA JUGA: Pusat Budaya Mongolia di KEK Tanjung Lesung Dipertanyakan

General Manager PT BWJ Widiasmanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon memastikan, kehadiran pusat kebudayaan asing tidak akan menghilangkan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki Banten.

“Kuliner, kebersihan dan ramah tamah dalam menyambut tamu itu juga termasuk budaya. Tidak mungkin kita hilangkan budaya itu,” kilahnya, Rabu (3/5/2017).

Widi menjelaskan, dibangunnya pusat kebudayaan Mongolia diharapkan menjadi daya tarik wisatawan domestik dan asing. Hal tersebut kata dia, agar wisatawan tak perlu jauh-jauh ke luar negeri.

“Kalau Banten Culture Center kan menurut saya budaya Banten sudah ada di mana-mana,” ucapnya.

Sebenarnya kata Widi tak hanya Mongolia, beberapa negara juga telah diundang dan diajak berinvestasi di kawasan tersebut. Akan tetapi baru Mongolia saja yang tertarik.

“(Negara lain) hanya melihat-lihat saja. Cuma baru Mongolia saja. Tetapi, kalau mereka sudah percaya, investasinya akan lebih besar lagi,” tandasnya.(Nda)

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending