Connect with us

METROPOLITAN

Lahan di Pasar Panimbang Digugat Ahli Waris

Published

on

Lahan Pasar Panimbang

Lahan seluas 2.000 meter yang sekarang telah menjadi Pasar Panimbang digugat. (Foto: Engkos Kosasih)

Pandeglang – Lahan seluas 2.000 meter persegi yang kini di atasnya sudah menjadi Pasar Panimbang, di Kabupaten Pandeglang digugat warga yang mengaku sebagai pihak ahli waris. Gugatan telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang dengan pihak tergugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.

“Kami memiliki surat dan legalitas berupa girik pada tahun 1959 dan surat pernyataan pinjam dari Bupati Pandeglang Mochamad Zein. Sayangnya, Pemkab Pandeglang tidak punya itikad baik menyelesaikan persoalan tersebut,” kata Abdul Hamid ahli waris pemilik lahan H. Enjen, Selasa (9/1/2018).

Kata Hamid, orangtuanya tidak pernah menjual tanah tersebut. Pada tahun 1986, tanah itu dipinjamkan untuk pembangunan sub terminal, kemudian pada tahun 1997 dialihkan menjadi pasar inpres.

BACA :  Dinas Pertanian Pastikan Daging di Pasar Badak Pandeglang Bebas Bahan Pengawet

Hal itu dibenarkan oleh mantan Kepala Desa Panimbang Jaya Tolib Abas yang mengaku, tidak ada peralihan atas kepemilikan tanah tersebut kepada siapapun. Karena kedekatan dengan Mochamad Zein, pemilik kemudian meminjamkan untuk dibangun sub terminal.

“Tanah ini masih status dalam girik, pada tahun 1959 masih atas nama H Enjen, sewaktu saya menjabat kepala desa, tanah ini tidak ada proses jual-beli antara H Enjen dengan pemda, karena lokasi tanah ini sebelum dijadikan sub terminal adalah madrasah,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala UPT Pasar Panimbang Nanang Soeherman mengatakan, Pemkab Pandeglang akan menunggu keputusan dari pengadilan dan sudah menguasakan kepada pengacara yang ditunjuk langsung oleh bupati Pandeglang.

BACA :  Ini Alasan BNN kenapa Peredaran Narkoba Sulit Diberantas

“Sebagai pihak tergugat, ya silahkan saja pihak ahli waris menggugat. Semua masyarakat punya hak yang sama di mata hukum. Pemda juga pasti punya alasan dan bukti, bahwa tanah yang di bangun pasar ini sudah milik atau menjadi aset pemda,” tandasnya.(Nda)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler