Connect with us

Advertorial

Pesona Kampung Wisata Cikadu, Destinasi Baru dengan Daya Tarik yang Menggoda

Published

on

Pesona Kampung Cikadu, Destinasi Wisata Baru dengan Daya Tarik yang Menggoda

Salah satu tempat menginap di Kampung Wisata Cikadu. (Istimewa)

Pandeglang – Nama Kampung Cikadu bagi masyarakat kota mungkin belum familiar dibandingkan dengan nama Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Namun, tahukah bahwa kampung yang dulunya kumuh kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata baru di kawasan Tanjung Lesung dengan nama Wisata Kampung Cikadu.

Mencuatnya, Kampung Wisata Cikadu bermula saat pemerintah menetapkan Tanjung Lesung sebagai 10 destinasi wisata baru setelah Bali. Sontak, nama Kampung Cikadu mulai ramai dibicarakan masyarakat, wisatawan hingga traveler di berbagai media arus utama dan media sosial.

Lokasi kampung ini terletak di kawasan wisata Tanjung Lesung, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten. Kampung ini merupakan relokasi dari beberapa kampung di antaranya Kampung Kalica, Cadasngampar, Cisadang, dan Bodur.

Untuk menjadikan Kampung Cikadu menjadi Kampung Wisata, tak tanggung-tanggung pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggelontorkan anggaran sekitar Rp 80,9 miliar untuk membangun infrastruktur di Kampung Cikadu.

Dilansir dari laman web www.pu.go.id milik kementrian PUPR, infrastruktur yang dibangun di zona utama Kampung Wisata Cikadu berupa amphiteater, taman bermain, dan restoran apung. Selain itu, di kawasan pendukung dibangun gerbang kawasan-boulevard, plaza, pendopo, dan pelataran parkir, pendopo dan gallery batik dan kerajinan dengan anggaran Rp 40 miliar. Selain itu juga dibangun ruang tebuka hijau berupa lapangan sepakbola dan area pejalan kaki dengan anggaran Rp 9,4 miliar.

Pesona Kampung Wisata Cikadu, Destinasi Wisata Baru dengan Daya Tarik yang Menggoda

Penampakan Kampung Wisata Cikadu dari udara. (Istimewa)

Infrastruktur untuk mendukung penyehatan lingkungan juga disediakan berupa toilet wisata, tempat pengelolaan sampah dengan prinsip Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R), dan MCK Komunal dengan total anggaran Rp 11 miliar. Untuk memenuhi kebutuhan air minum dibangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan nilai Rp 19,88 miliar.

Mewahnya kampung wisata cikadu diyakini Kasi Promosi Dinas Pariwisata Pandeglang, Imran Mulyana akan menambah daya dukung dan daya tarik wisata yang sudah dimiliki Pandeglang.

Akan tetapi, Pemerintah Daerah sendiri harus mempersiapkan tiga pilar utama pengembangan pariwisata, yaitu kesiapan birokrasi yang nantinya akan ditugaskan memelihara dan mengembangkan destinasi yang sudah dibangun. Kedua kesiapan SDM.masyarakat sekitar destinasi dan kesiapan pihak swasta yang nantinya akan menunjang destinasi-destinasi baru.

“Hal ini tentunya menjadi PR bagi pemda, karena membangun SDM tidak semudah membangun fisik, perlu konsistensi, kesinambungan dan kebijakan yang memihak masyarakat. Sekarang ini yang terpenting adalah bagaimana mengupayakan kampung ini (Cikadu) tidak hanya sebagai proyek mercusuar saja,” katanya.

Sementara Ketua Pokdarwis Tanjungjaya, Karim Amrullah mengatakan dengan infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah, dapat menjadikan Kampung Cikadu menjadi Kampung Wisata kelas dunia. Saat ini, kampung Wisata Cikadu sudah didatangi wisatawan lokal maupun macanegara yang ingin melihat proses pembuatan batik Cikadu.

“Sekarang Kampung Cikadu tidak lagi menjadi kampung yang kumuh, banyak wisatawan yang berkunjung kesini untuk melihat dan belajar di Kampung Cikadu,” kata Karim.

Pasar Berbatik Cikadu di Kampung wisata Cikadu

Pasar Berbatik Cikadu, salah satu destinasi yang ada di Kampung wisata Cikadu. (ISTIMEWA)

Ditambah lagi, di Kampung Wisata Cikadu ada distinasi wisata digital yang diluncurkan oleh GenPI, yakni Pasar Berbatik Cikadu. Nuansanya dipenuhi batik-batik khas Kampung Cikadu. Pasar digital ke-23 milik GenPI ini diresmikan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat 28 September 2018. Bertepatan dengan Festival Tanjung Lesung 2018.

Menurut aktivis Himpunan Pemuda Pecinta Alam (HIPPAalam) ini, dipasar berbatik Cikadu ini uang pecahan kertas dan logam tidak berlaku, mereka yang ingin membeli makanan tradisional dan yang lainnya harus menggunakan koin dari kayu dengan angka 5000.

“Pasar ini dibuka setiap akhir pekan, selain makanan tradisonal, kami juga menyediakan workshop melukis, kesenian tradisional, akustik, karaoke, setiap minggunya, tergantung tema. Tiap Minggu konten nya ganti-ganti,” jelasnya.

Kampung Wisata Cikadu juga menyiapkan sekitat 20 rumah warga yang sengaja di khususkan untuk para wisatawan yang ingin menginap atau sekedar beristirahat.(ADVERTORIAL)

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending