Connect with us

METROPOLITAN

Calo Pengeroyok Wartawan di Terminal Terpadu Merak Ditetapkan DPO

Published

on

Kapolres Cilegon AKBP Rizki

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso menetapkan calo di Terminal Terpadu Merak pengeroyok wartawan DPO. (Dok. Banten Hits)

Serang – Polres Cilegon menetapkan sejumlah calo di Terminal Terpadu Merak sebagai DPO kasus penganiayaan wartawan lepas sebuah televisi nasional di TTM, Rabu sore, 19 Desember 2018 sekitar jam 18.00 WIB. Jajaran kepolisian sejauh ini baru menahan satu pelaku pengeroyokan berinisial TD (16).

Kapolda Banten Brigjen Pol Drs Tomsi Tohir Msi melalui Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi P SIK saat dikomfirmasi awak media, Kamis, 20 Desember 2018 membenarkan atas dugaan tindak pidana kekerasan di tempat umum yang saat ini kasus tersebut sedang diproses oleh Polres Cilegon.

BACA JUGA: Calo Bus di Terminal Terpadu Merak Aniaya Wartawan

Hal yang sama disampaikan oleh Kapolres Cilegon AKBP Rizki A Prakoso SH SIK menyebutkan kepada wartawan, Polres Cilegon menerima laporan tindak pidana kekerasan dengan nomor laporan polisi nomor: LP / 54 / XII / Res.1.8/ 2018 / Res Cilegon / sek. pulomerak / Banten, tanggal 17 Desember 2018 atas nama pelapor Mazmur Tua M (21) warga Kelurahan Kragilan.

“Ya, saat ini tim reskrim kita berhasil mengamankan seorang pelaku atas nama TD Bin SW (16) yang diduga seorang calo yang sering nongkrong di pelabuhan tersebut. Dugaan sementara TD melakukan aksinya bersama kawan-kawannya yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polisi,” terang Rizki.

Ditambahkan Rizki, terhadap tersangka beserta kawan-kawannya, akan dikenakan pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana kuringan penjara paling lama lima tahun enam bulan

“Kronologis singkat dari kejadian tersebut berawal dari cekcok mulut dan selanjutnya tersangka memukuli korban. Saat korban hendak akan membalasnya, kawan-kawan TD sudah datang duluan untuk membantu dirinya, pada akhirnya korban dipukuli bersama-sama dengan kawan tersangka,” ungkap Kapolres. (Rus)

Trending