Connect with us

METROPOLITAN

Berhasil Ekspor Komoditi Pertanian, Milenials Kreatif Ini Dijuluki Petani Kekinian sama Bupati Zaki

Published

on

Bupati Zaki dan Ketua KNPI Kabupaten Tangerang panen bayam di Desa Rawa Lini

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Ketua KNPI Kabupaten Tangerang Adang Akbarudin panen bayam di Desa Rawa Lini, Teluk Naga. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang — Keberhasilan Bagas, seorang pemuda di Desa Rawa Lini, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang mengelola lahan pertanian, mampu menginspirasi Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Gara-gara Bagas pula, bupati penggila olahraga ini ternyata aslinya menyukai komoditi pertanian. Bersama Bagas, Zaki dan pemuda yang tergabung KNPI Kabupaten Tangerang, bersama-sama panen bayam ungu hasil pertanian Bagas.

Zaki mengatakan, untuk menjaga stabilitas pangan  di wilayah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengajak masyarakat dan pemuda di KNPI memaksimalkan lahan pertanian yang ada di Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut dikatakan lBupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat mengikuti panen Bayem Ungu dilahan pertanian milik Bagas,di Desa Rawalini,Kecamatan Teluknaga. Pada Jumat (4/01/2019).

BACA :  BPN Kabupaten Pandeglang Akan Bagikan 2.000 Bidang Tanah kepada Petani

Zaki mengajak masyarakat untuk kembali memaksimalkan lahan pertanian yang ada, baik yang di bagian Utara, barat, maupun selatan. Lahan-lahan tersebut jangan sampai dibiarkan tidur atau tidak difungsikan sebagai lahan pertanian.

“Kita sengaja mengajak para pemuda yang bernaung di KNPI untuk bisa belajar bagaimana memaksimalkan pertanian dalam era kekinian, karena hal ini sudah dibuktikan oleh Bagas petani asal Teluknaga yang berhasil dalam menggeluti pertanian,” terangnya, Jumat, 4 Januari 2019.

Sebagai seorang petani yang sukses, lanjut Zaki, Bagas bisa dijadikan inspirasi bagi para petani dan pemuda Kabupaten Tangerang dalam menggeluti pertanian, sehingga menjadi modal penting pemerintah dalam memenuhi ketahanan pangan.

“Pemuda harus inovatif dalam membaca potensi dan peluang yang ada. Meski Kabupaten Tangerang dikelilingi industri, namun pertanian bisa tetap tumbuh dalam jalurnya tanpa harus tergerus oleh perkembangan zaman,” tegasnya.

BACA :  DPU Kota Tangsel Habiskan Anggaran Rp 553 M Sepanjang 2018

Pada tahun 2019 ini, kata Zaki, Kabupaten Tangerang  akan memaksimalkan kebutuhan pangan dengan melakukan pemanfaatan lahan ini. Konsepnya ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang bukan hanya sawah dan padi lagi tapi juga sayur-mayur, buah-buahan , dan produk holtikultura.

“Kita sama-sama dengan KNPI melihat potensi holtikultura sayur-mayur dan buah-buahan di Kabupaten Tangerang yang nantinya para pemuda inilah yang menggerakan dan menjalankan. Artinya Bagas ini bisa menjadi lokomotif nanti untuk pergerakan pemuda turun ke kebun ataupun pemuda turun ke ladang,” ucap Zaki.

Bagas, petani sukses asal Teluknaga mengatakan, dirinya mengawali usaha ini dari awal. Banyak pengalaman suka dan duka ya g ia dapat selama menjalani profesi petani muda.

BACA :  SBMI Ingatkan Jokowi soal Janji Lindungi Buruh Migran

“Ini kedua kalinya Bupati Tangerang meninjau ke sini. Ada 30 jenis sayur-sayuran dan buah-buahan yang saya tanam di sini. Tiap panen kurang lebih 20 ton per bulan, dan juga kita sudah kirim untuk ekspor ke Hongkong,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Tangerang Adang Akbarudin mngatakan, KNPI siap menghadapi tantangan bupati Tangerang. Hal ini supaya pemuda terutama KNPI menjadi garda terdepan dalam membantu Ketahanan pangan.

“Bertani itu warisan leluhur, namun demikian KNPI memiliki konsep sendiri dalam membantu pemerintah dengan cara membangun bisnis argo wisata dan budidaya perikanan,” terangnya.

Menurut Adang, konsep wisata pertanian ini akan lebih menguntungkan bagi petani. Selain sukses hasil pertaniannya, sektor wisatanya juga bisa jadi primadona. (Rus)



Terpopuler