Connect with us

METROPOLITAN

Walikota Serang Keukeuh Larang PKL Kembali Berjualan di Stadion Maulana Yusuf

Published

on

Walikota Serang Syafrudin ketika meninjau pembangunan Pasar Kepandean. Syafrudin bersikukuh melarang PKL untuk kembali berjualan di Stadion Maulana Yusuf. (Mahyadi/BantenHits).

Serang– Walikota Serang Syafrudin keukeuh atau bersikukuh melarang Pedagang Kaki Lima atau PKL untuk kembali berjualan di Stadion Maulana Yusuf. Pasalnya saat ini Pemerintah Kota Serang tengah membangun pasar Kepandean yang direncanakan untuk ditempati eks PKL Stadion.

Baca Juga: PKL Demo Kantor Walikota Serang, Tuntut Izin Berjualan di Stadion Maulana Yusuf

“Kami pastikan stadion tidak bisa di pakai, pasar Kepandean sebentar lagi juga selesai,”kata Syafrudin kepada awak media, Jumat, 22 Februari 2019.

Menurutnya, saat ini pembangunan pasar Kepandean sudah mencapai 50 persen. Pasar tersebut dibangun untuk digunakan setiap eks PKL Stadion Maulana Yusuf.

BACA :  Polisi Periksa Urine Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Kab. Tangerang, Hasilnya Negatif!

“Eks PKL stadion yang mau pakai Pasar Kepandean silahkan, dan saya minta siapapun yang mendaftar jangan sampai ada pungutan apapun,”tegasnya.

Syafrudin mengakui di lokasi pembangunan pasar Kepandean terdapat beberapa lokalisasi yang kerap digunakan untuk prostitusi sehingga penertiban akan segera dilaksanakan usai pembangunan pasar selesai.

“Prostitusi kan adanya di belakang, berantas semua, itukan (bangunanya-red) aset kita nanti kita berantas semua setelah selesai PKL merambat ke sana,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Puluhan Pedagang Kaki Lima atau PKL melakukan aksi unjuk rasa di kantor Walikota Serang, Rabu, 20 Februari 2019. Aksi unjuk rasa dilakukan untuk menuntut izin kembali berjualan di Stadion Maulana Yusuf. 

Editor: Fariz Abdullah

BACA :  Polisi Belum Bisa Pastikan Casriah Bersama Pria Saat di Hotel Flamboyan



Terpopuler