Connect with us

METROPOLITAN

Benda-benda Pemicu Ledakan Disita dari Pria di Binong Tangerang

Published

on

Polsek Kelapa Dua dan Polres Tangsel mengamankan benda-benda yang mudah memicu ledakan berupa petasan dari pria di Binong, Tangerang. (Merdeka.com)

 

Tangerang – Andi diamankan jajaran Polsek Kelapa Dua dan Polres Tangerang Selatan di rumahnya di Kampung Galuga, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Senin, 3 Juni 2019.

Dari tempat Andi, petugas menemukan benda yang bisa memicu ledakan, yakni petasan. Tak tanggung-tanggung, petasan yang ditemukan jumlahnya mencapai 8.485 butir dalam kondisi siap edar.

Kasat Reskrim Polres Kota Tangsel, AKP Alexander menjelaskan, ribuan butir petasan tersebut akan dipasarkan untuk wilayah Tangerang dan sekitarnya.

“Ada 8.485 butir petasan yang kami dapat dari gudang milik pelaku di kawasan Binong, Kabupaten Tangerang,” ucap dia, Senin, 3 Juni 2019 seperti dilansir merdeka.com.

BACA :  Pemuda di Balaraja Buta Usai Operasi Getah Bening di RSUD

Disebutkan Alex, pengungkapan bandar petasan itu, bermula dari laporan masyarakat yang resah atas aktifitas perniagaan dan penyimpanan petasan oleh seorang warga Binong, Kabupaten Tangerang.

“Dari laporan masyarakat itu, kami Polresta Tangsel dan Polsek Kelapa Dua melakukan penggeledahan dan mendapati ribuan butir petasan. Yang bersangkutan, mengakui hanya menjual petasan dan mendapatkan petasan itu dari pihak lain, ini yang masih kami telusuri asal usul dari mananya,” terangnya.

Dari pelaku, Polisi menyita 7.500 biji petasan ukuran 2 x 5,5 cm, 985 biji petasan ukuran 4 x 11 cm. Dengan jumlah petasan keseluruhan sebanyak 8.485 biji.

Atas perbuatannya, pelaku Andi dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Tentang larangan menggunakan bahan peledak tanpa izin.

BACA :  Kelompok BKL di Kabupaten Serang Dapat Pelatihan Peningkatan Kualitas Lansia

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler