Connect with us

METROPOLITAN

Sudah 30 Wisatawan Tersengat, Ini Ciri Ubur-ubur di Pantai Bagedur Lebak

Published

on

Balita tewas saat mancing di Pantai Karang Nawing

Foto illustrasi: Basarnas, Balawista, dan warga ketika membawa jasad balita yang tenggelam di Pantai Karang Nawing ke rumah duka. (Ist)

Lebak – Sedikitnya 30 wisatawan di Pantai Bagedur, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, tercatat hingga Jumat, 7 Juni 2019 menjadi korban sengatan ubur-ubur.

Mereka yang tersengat langsung ditangani oleh tim medis yang siaga di Pantai Bagedur. Namun, 10 korban di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas Malingping lantaran mengalami sesak nafas dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

Koordinator PMI Kabupaten Lebak, Desi Rachmawati mengatakan, pengunjung yang tersengat ubur-ubur umumnya tengah berenang di pantai.

“Kita lakukan penanganan sederhana dengan air garam, efek sengatannya seperti demam akan hilang setelah tentakel yang nempel di kulit dibersihkan,” kata Desi seperti dilansir kompas.com.

Desi mengatakan, efek sengatan ubur-ubur sebetulnya tidak berbahaya jika segera ditangani.

Namun, sebagian pengunjung tidak merasakan disengat, hingga akhirnya sadar setelah badan terasa kaku atau paling parah mengalami sesak nafas.

“Sebagian besar yang disengat anak-anak, saat berenang tidak sengaja tersentuh, atau sengaja disentuh karena disangka plastik,” kata dia.

Ubur-ubur Bluebottle

Menurut Desi, wisatawan tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke Pantai Bagedur lantaran tetap aman meski terdapat ubur-ubur.

Meski demikian, wisatawan diimbau waspada dengan tidak menyentuh ubur-ubur jika menjumpai hewan tersebut baik di pinggir pantai maupun saat berenang.

Ubur-ubur yang menyengat di Pantai Bagedur, merupakan jenis bluebottle, dengan ciri-ciri berwarna biru bening menyerupai plastik.

“Jika tersengat jangan panik, langsung hubungi tim medis, kami dari PMI, dinas kesehatan, BPBD dan Balawista selalu siaga,” kata dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending